Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendorong Situs Purba di Jambi Menjadi Cergam untuk Anak

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendorong Situs Purba di Jambi Menjadi Cergam untuk Anak Doc: Antara
Ket. Tim penilai saat berada di taman bumi Air Batu, Renah Pembarap, Merangin, Selasa (11/8/2026).

Merangin, Jambi - Tim penilai (evaluator) UNESCO Global Geopark mendorong pemerintah Kabupaten Merangin, Jambi menjadikan situs purba cerita bergambar (Cergam) untuk anak.

"Kekayaan alam ini harus dilestarikan dengan baik, sayangnya tak banyak informasi yang tersedia. Berpeluang dijadikan Cergam," kata tim penilai Prof. Yongmun Jeon di lokasi Taman Bumi Air Batu, Renah Pembarap, Merangin, Selasa.

Menurut dia situs Bumi Merangin memiliki nilai warisan dunia yang luar biasa. Namun masih minim informasi edukasi yang ramah bagi generasi muda maupun wisatawan awam.

Untuk itu dirinya mendorong pemerintah daerah agar mengemas sejarah geologi tersebut ke dalam bahasa yang lebih mudah dicerna anak-anak.

Seperti membuat buku cerita bergambar untuk anak-anak dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Sehingga kehadiran buku cerita bergambar diharapkan bisa menjadi media pembelajaran sekaligus memicu minat baca. Anak-anak dan masyarakat umum jadi paham bagaimana proses terbentuknya kekayaan geologi.

Senada dengan Yongmun, tim penilai lainnya, Nicolas Klee berharap potensi Geopark Merangin tidak berhenti sebagai objek wisata pemandangan semata, melainkan harus diangkat sebagai laboratorium ilmu pengetahuan.

Menurut Nicolas, kekayaan geologi ini adalah sumber ilmu pengetahuan yang luar biasa, namun sayangnya belum banyak masyarakat umum yang menyadari.

"Kebanyakan (masyarakat) berkunjung hanya karena keindahan alam, bukan karena nilai sejarah ilmu bumi (geologi). Pemkab Merangin harus mengambil langkah edukasi bagi masyarakat luas," katanya.

Saat menelusuri aliran Sungai Batang Merangin, tim evaluator disuguhkan jejak purba berumur ratusan juta tahun.

Mulai dari fosil batang pohon membatu (Araucarioxylon) dan fosil pakis purba (Pecopteris) yang tertanam tegak di tebing sungai akibat erupsi gunung berapi purba, hingga fosil fauna laut seperti kerang laut (Brachiopoda), di batuan purba berusia sekitar 290 juta tahun (Formasi Mengkarang).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.