Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Targetkan Dua Titik Karhutla Bromo Padam Pekan Ini

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh:
BNPB Targetkan Dua Titik Karhutla Bromo Padam Pekan Ini Doc: Istimewa
Ket. Beberapa kendala yang dihadapi petugas di lapangan yakni pertama, medan yang cukup sulit karena titik api berada di ketinggian dengan sudut 80 derajat, sehingga pasukan darat tidak bisa naik ke atas karena menyangkut keselamatan jiwa petugas.

PROBOLINGGO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan dua titik api yang masih belum padam di kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Gunung Bromo di kawasan Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) dapat dipadamkan pada pekan ini.

"Dari total 34 titik api sebelumnya, kini masih tersisa dua titik api yang belum padam. Kami upayakan dua titik api itu sudah selesai dipadamkan pada Jumat (14/8)," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau karhutla di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Selasa.

Dari Antara, Kepala BNPB mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno untuk memantau dampak dan penanganan karhutla di kawasan TNBTS tersebut.

"Ada tiga water bombing yang disiagakan untuk menangani karhutla di kawasan TNBTS, sehingga nantinya bisa ditarik dua water bombing untuk penanganan karhutla di daerah lain karena dibutuhkan juga di tempat lain dan satu water bombing tetap di Bromo sampai semua titik api padam," tuturnya.

Ia menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi petugas di lapangan yakni pertama, medan yang cukup sulit karena titik api berada di ketinggian dengan sudut 80 derajat, sehingga pasukan darat tidak bisa naik ke atas karena menyangkut keselamatan jiwa petugas.

"Kedua, sumber air tidak banyak di kawasan savana TNBTS, sehingga petugas mengambil air cukup jauh yakni di Ranu pani yang berada di Kabupaten Lumajang," katanya.

Kemudian kendala ketiga yakni faktor cuaca karena tidak bisa melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) berdasarkan informasi dari BMKG, masih belum ada potensi awan hujan untuk membantu pemadaman karhutla di Bromo.

"Penjelasan BMKG bahwa ada potensi awan hujan pada 14-16 Agustus 2026, sehingga pemadaman bisa lebih efektif apabila hujan turun membasahi kawasan TNBTS yang sudah terbakar mencapai 889 hektare tersebar di Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang, dan Pasuruan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Gunung Api Erupsi Bersamaan...
Ekonomi
Mahkamah Agung Kukuhkan Kep...

Objek Paling Simetris di Alam Semesta

51 menit yang lalu | Ones

Rona
Objek Paling Simetris di  A...

Dua Pilot Lanud Iswahjudi Berhasil Capai Terbang Solo

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Dua Pilot Lanud Iswahjudi B...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.