Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penemuan Sirkulasi Darah Dorong Revolusi Ilmiah

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Di Italia, beberapa pemikir mulai mendekati masalah tentang bagaimana sistem darah bekerja. Andrea Cesalpino (1524-1603) mengemukakan bahwa darah terus mengalir melalui paru-paru dan menyebut proses ini sebagai 'sirkulasi'. Ahli biologi Italia penting lainnya adalah Hieronymus Fabricius dari Aquapendente (1533-1619), yang dipengaruhi oleh pendekatan Aristoteles (384-322 SM), dan karyanya baru saja mendapatkan kembali minat ilmiah, mulai meneliti semua spesies bukan hanya yang mirip dengan manusia.

Fabricius menambahkan pengamatan katup (yang disebutnya 'pintu kecil') yang mengendalikan aliran darah dalam pembuluh darah dan mencegah kaki mengalami kelebihan pasokan ke dalam tubuh. Pengamatan ini mulai menghilangkan bayangan keraguan yang mendalam tentang bagaimana darah bergerak di seluruh tubuh.

"Jalur darah melalui tubuh adalah salah satu masalah tertua dan paling rumit dalam bidang kedokteran, dan solusi akhirnya oleh William Harvey dianggap sebagai penemuan medis dan biologis terpenting dari revolusi ilmiah," ungkap sejarawan bernama W E Burns.

Metodologi dan Teori Harvey

Harvey tidak hanya mempelajari karya akademis internasional yang ada dan terbaru tentang subjek tersebut, tetapi juga melakukan pemeriksaan ekstensifnya sendiri terhadap jantung pada mayat manusia dan banyak hewan lainnya melalui pembedahan hewan yang tak terhitung jumlahnya.

Harvey melanjutkan pekerjaan ini di Inggris, mempelajari organisme secara mendetail mulai dari serangga di bawah mikroskop hingga reptil di laboratorium hingga rusa di taman kerajaan. Harvey, dengan menggabungkan pengetahuan praktisnya tentang anatomi yang diperoleh selama bertahun-tahun dari kuliah universitasnya, ruang pembedahan di rumah, dan di lapangan, mulai merumuskan teori terobosannya sendiri.

Harvey bahkan memanfaatkan pengalaman praktis para tukang daging di rumah pemotongan hewan, yang dapat memberitahu dia bahwa arteri harus dipotong untuk menguras darah hewan dengan benar, jika tidak maka vena akan tetap penuh.

Harvey pun mulai memeriksa setiap bentuk kehidupan dan setiap bagian dari setiap organisme. Dalam pengertian ini, Harvey mencari kebenaran dengan cara penyelidikan sejati Aristoteles yang tidak melewatkan satu hal pun. Di atas segalanya, ia tertarik pada penyelidikan empiris praktis selain memperoleh pengetahuan teoritis dari buku. Namun, Harvey bukanlah seorang peneliti revolusioner atau orang yang mendahului zamannya. Sebaliknya, ia adalah seorang peneliti yang cermat yang bermaksud menemukan bukti dunia nyata, seperti yang dijelaskan di sini oleh Dictionary of the History of Science.

Karya Harvey telah lama dianggap sebagai hal yang penting, sebuah kemenangan bagi ilmu pengetahuan baru dari revolusi ilmiah abad ke-17. Namun, ia sangat tradisional, mendalami anatomi fungsional, sama sekali bukan mekanis seperti yang kemudian ia tunjukkan.

Pada tahun 1616, ia memberi kuliah tentang gerakan jantung, menguraikan pandangannya berdasarkan pembedahan dan pembedahan hewan tentang peristiwa siklus jantung dan hubungan antara sistol dan diastol jantung dan arteri.

Metode Harvey mungkin tidak revolusioner, tetapi teorinya yang matang tentu saja revolusioner. Harvey mengemukakan ide-idenya dalam De Motu Cordis et Sanguinus (Tentang Gerakan Jantung dan Darah), yang diterbitkan pada tahun 1628. Bagi Harvey, ada tiga poin bukti sirkulasi darah yang teratur di sekitar tubuh manusia:

Jantung adalah pompa berotot, yang secara berirama terisi dengan darah (diastol) dan kemudian berkontraksi (sistole) dengan adanya katup di jantung untuk memastikan aliran darah hanya mengalir ke satu arah. Semua darah mengalir melalui paru-paru dan bukan hanya sebagian saja, seperti yang diperkirakan sebelumnya. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

37 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.