Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DIY Siapkan Rencana Manajemen Risiko Bencana Terintegrasi di Sumbu Filosofi

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
DIY Siapkan Rencana Manajemen Risiko Bencana Terintegrasi di Sumbu Filosofi Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Pengendara melintas di dekat Tugu Pal Putih di Yogyakarta, Selasa (19/9/2023). Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang menghubungkan Gunung Merapi dan Samudera Hindia melewati Tugu Pal Putih, Keraton Yogyakarta dan Panggung Krapyak yang dibangun oleh Sultan Mangkubumi menjadi warisan dunia.

Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan Rencana Manajemen Risiko Bencana atau "Disaster Risk Management Plan (DRMP)" terintegrasi di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Sekretaris Daerah DIY Beny Suharsono dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis, mengemukakan DRMP diperlukan karena warisan budaya dunia itu berada di wilayah yang rentan terhadap bencana.

"Letaknya di wilayah yang rawan bencana menuntut kita untuk bertindak cepat dan bijaksana," kata dia.

Beny menyampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah menyelesaikan kajian mitigasi bencana bangunan cagar budaya.

Sementara Balai Pengelola Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) Dinas Kebudayaan DIY telah menyelesaikan kajian risiko bencana di Kawasan Sumbu Filosofi dan menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) pada tahun ini.

Selain itu, Direktorat Perlindungan Kebudayaan juga telah mengadakan lokakarya tentang pengurangan risiko bencana untuk cagar budaya.

Karena itu, Beny menegaskan pentingnya penyusunan DRMP yang terintegrasi, berbagi kemajuan dan inisiatif yang telah dicapai disertai koordinasi seluruh pemangku kepentingan.

"Mari dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita 'nguri-uri' (merawat) kebudayaan. Mari kita jadikan Kawasan Sumbu Filosofi ini menjadi tempat yang aman dan tahan terhadap risiko bencana. Demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi yang akan datang," ujar dia.

Manggar Sari juga menyampaikan, sejak 2006, Pemerintah Provinsi DIY telah memperlihatkan inisiatif untuk memperhatikan pelestarian cagar budaya sebagai bagian dalam upaya pengurangan resiko bencana.

"Kesadaran ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mewujudkan cagar budaya tangguh bencana di Provinsi DIY," kata di.

Ia menambahkan dalam hal Rencana Pengelolaan Resiko Bencana pada kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, pihaknya berharap agar Pedoman Umum Tangguh Bencana dapat dijadikan salah satu rujukan dalam menyusun dan memperkaya dokumen tersebut.

"Semoga Rencana Pengelolaan Resiko Bencana pada kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang sedang disusun ini, kelak akan menjadi acuan bagi semua pemangku kepentingan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya dalam penyelenggaraan cagar budaya tangguh bencana sesuai dengan kewenangannya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.