Terbentuk dari Letusan Gunung Api Purba
📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 06:25 WIB | Oleh: Haryo BronoDalam peta geologi yang lebih rinci Lembar Padarincang-Anyer dengan skala 1 : 50.000 disebut sebagai tuf Banten atas (Qvub) yang uraian litologinya tersusun dari tuf batuapung, tuf litik, tuf kristal, tuf pasiran dan breksi batuapung, berlapis tebal sampai masif di bagian bawah dan berlapis baik dengan struktur silang siur di bagian atas.
Dari keterangan keadaan geologi tersebut yang menyebutkan bahwa sebagian besar jenis batuan yang berada di Rawa Danau dan sekitarnya adalah batuan hasil kegiatan gunung api. Sejarah terbentuknya sekitar dua juta tahun yang lalu tumbuh dan berkembang kegiatan vulkanik di daerah ini.
Setelah itu memunculkan morfologi kerucut gunung api yang cukup besar, diikuti dengan periode erupsi yang cukup panjang. Dari aktivitas itu menghasilkan endapan batuan yang tersebar dalam radius tidak begitu luas di sebelah barat Rawa Danau, umumnya berupa aliran lava dan aliran piroklastik.
Akhirnya periode letusan yang sangat besar diperkirakan terjadi pada akhir Kala Pleistosen atau kurang dari satu juta tahun yang lalu, melontarkan material vulkanik dalam jumlah sangat besar. Endapan piroklastik yang dihasilkan menutupi wilayah yang sangat luas meliputi sebagian besar wilayah Kabupaten Serang hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang bagian barat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peristiwa letusan tersebut diduga menghancurkan hampir seluruh tubuh gunung api, sehingga menghasilkan sebuah kaldera yang sangat besar seluas lebih dari 2.500 hektare. Kaldera ini mungkin lebih besar dari yang tampak sekarang karena bibir kaldera tidak terlihat secara utuh karena sebagian telah tertutupi oleh endapan hasil letusan gunung api yang lebih muda.
Kerucut gunung api yang tumbuh kemudian seperti Gunung Parakasak di bagian selatan dan juga Gunung Karang yang berada di sebelah tenggara dari kaldera ini dimana aliran lava dan breksi gunung api menutupi bagian dari kaldera. Sedangkan di sebelah utara bagian dari kerucut gunung api purba tersebut hanya menyisakan beberapa tonjolan yang tadinya mungkin merupakan lereng dari gunung tersebut.hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!