Purbaya: OTT Jadi Alarm Keras Reformasi Pajak dan Bea Cukai
📅 Rabu, 04 Feb 2026, 20:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Imamatul Silfia
JAKARTA – Perbaikan instansi pajak dan bea cukai menjadi kunci penguatan fondasi fiskal negara di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan.
Reformasi ini tidak hanya menyangkut peningkatan penerimaan, tetapi juga pembenahan tata kelola, transparansi, dan integritas aparat agar kepercayaan publik terjaga.
Dengan sistem yang lebih akuntabel dan berbasis digital, potensi kebocoran dapat ditekan sekaligus memperluas basis pajak.
Pada saat yang sama, layanan kepabeanan yang efisien akan memperlancar arus barang dan menurunkan biaya logistik.
Tanpa pembaruan menyeluruh di dua institusi ini, ruang fiskal berisiko semakin sempit dan daya saing ekonomi nasional sulit terdongkrak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi momen untuk memperbaiki instansi pajak dan bea cukai.
“Itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai sekaligus,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (4/2).
Purbaya menyatakan bakal memberikan pendampingan kepada pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) selama proses penegakan hukum oleh KPK.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, bila pegawai yang bersangkutan terbukti melanggar, dia akan menghormati penindakan secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sementara dari sisi internal, Purbaya bakal meninjau proses sanksi yang mungkin ditetapkan kepada para pegawai yang melanggar hukum.
Opsi yang ia pertimbangkan sejauh ini berupa rotasi atau dinonaktifkan status kepegawaiannya di Kementerian Keuangan.
“Nanti kita lihat. Kayaknya sih kalau terbukti salah, bisa diberhentikan,” tuturnya.
KPK mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan atau OTT keempat tahun 2026 di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
"Benar, di Kalsel. KPP Banjarmasin," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Rabu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!