Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jangan Abaikan Angin Duduk, Gejalanya Bisa Mengarah ke Serangan Jantung

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 17:35 WIB | Oleh:
Jangan Abaikan Angin Duduk, Gejalanya Bisa Mengarah ke Serangan Jantung Doc: Daewoong
Ket. Dari kiri ke kanan: dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC, FESC dan dr. Wicak Prasetiadi, Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, berfoto bersama pada acara Heart Talk “Fenomena Angin Duduk: Cukup Dikerok, atau Tanda Bahaya Jantung”, yang diselenggarakan di Jakarta pada 9 Juni 2026.

JAKARTA – Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) menggelar sesi edukasi media di Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular. Kegiatan yang diselenggarakan menjelang Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) pada hari Selasa (9/6) ini menyoroti pentingnya mengenali gejala awal gangguan jantung, khususnya kondisi yang kerap dikenal masyarakat sebagai angin duduk.

Dalam kegiatan tersebut, Daewoong dan Perki menegaskan bahwa angin duduk bukan sekadar masuk angin biasa yang dapat diatasi dengan kerokan atau pengobatan tradisional. Kondisi tersebut dapat menjadi gejala angina pektoris, yakni gangguan serius yang terjadi ketika otot jantung tidak memperoleh pasokan darah dan oksigen yang cukup.

Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap gejala awal penyakit jantung masih menjadi tantangan. Berdasarkan hasil studi One ACS Registry yang melibatkan 14 rumah sakit di Indonesia, sebanyak 34,8 persen pasien infark miokard akut pada periode Juli 2018 hingga Juni 2019 tidak mendapatkan terapi reperfusi untuk membuka kembali pembuluh darah jantung yang tersumbat. Sementara itu, hanya 21,8 persen pasien yang memperoleh penanganan dalam waktu tiga jam sejak gejala pertama muncul.

Data tersebut menunjukkan masih banyak pasien yang tidak segera mengenali nyeri dada sebagai tanda bahaya dan baru mencari pertolongan medis ketika kondisi telah memburuk.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang berafiliasi dengan Perki, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC, FESC, menjelaskan bahwa angin duduk merupakan salah satu gejala khas angina pektoris.

“Angin Duduk yang sering dianggap ringan dan coba diatasi dengan kerokan sebenarnya merupakan gejala khas angina pektoris, yaitu kondisi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (11/6).

Menurutnya, masyarakat perlu mewaspadai nyeri yang terasa seperti tekanan di bagian tengah dada, menjalar ke rahang atau lengan, serta muncul bahkan saat sedang beristirahat. Gejala tersebut dapat menjadi tanda angina tidak stabil maupun infark miokard akut.

Ia menambahkan bahwa penyumbatan total pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan serangan jantung akut hingga kematian mendadak jika tidak segera ditangani.

“Pasien perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan memulai pengobatan yang sesuai,” katanya.

Selain meningkatkan kesadaran terhadap gejala, Daewoong juga menyoroti pentingnya pengelolaan faktor risiko penyakit jantung, khususnya kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C).

Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi, menjelaskan bahwa pengendalian kadar LDL-C hingga di bawah 55 mg/dL menjadi salah satu langkah utama untuk membantu mencegah dan mengendalikan angina.

Menurutnya, bagi pasien yang kesulitan mencapai target kolesterol dengan terapi statin tunggal atau memiliki kekhawatiran terhadap efek samping statin dosis tinggi, pendekatan dual-pathway melalui kombinasi statin dan ezetimibe dapat menjadi alternatif yang efektif.

“Pendekatan ini bekerja dengan menghambat sintesis kolesterol di hati sekaligus mengurangi penyerapan kolesterol di usus,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Daewoong juga memperkenalkan terapi kombinasi yang menggabungkan dua zat aktif dalam satu tablet guna meningkatkan kemudahan pasien dalam menjalani pengobatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sell Indonesia Jadi Trending di Pasar Keuangan, Apa Dampaknya bagi Ekonomi RI?

Sell Indonesia Jadi Trending di Pasar Keuangan, Apa Dampaknya bagi Ekonomi RI?

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.