Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Pasokan, Pemerintah Harus Stabilkan Harga Cabai

📅 Jumat, 12 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jaga Pasokan, Pemerintah Harus Stabilkan Harga Cabai Doc: antara
Ket. Inflasi Pangan - Pemerintah Harus Stabilkan Harga Cabai

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan harga cabai akan kembali stabil bulan Juni ini. Lembaga tersebut terus menjaga agar fluktuasi harga holtikultura pasca Idul Adha segera berakhir.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa memastikan kondisi pasokan hortikultura di Pasar Induk Keramat Jati (PIKJ). Ia optimistis penurunan harga dapat mulai terjadi di bulan Juni ini.

"Pasokan di PIKJ, baik bawang merah maupun cabai, semua cabai relatif masih bagus. Tentu harganya masih agak di atas HAP (Harga Acuan Pembelian) tapi mudah-mudahan dalam bulan Juni bisa mulai menurun," ucap Ketut, Kamis (11/6).

Adapun hal ini salah satunya didasarkan pada proyeksi produksi Cabai Rawit Merah (CRM) yang mulai meningkat. Dalam Proyeksi Neraca Pangan, produksi CRM secara nasional bulan Juni ini diperkirakan mencapai 113,8 ribu ton. Kemudian akan meningkat di Juli yang diestimasikan dapat mencapai hingga 144,7 ribu ton.

Seperti diketahui, Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) sampai pekan pertama Juni masih menempatkan produk pangan hortikultura dengan fluktuasi tinggi. Cabai dan bawang merah mencatatkan jumlah daerah dengan kenaikan IPH yang menanjak.

Faktor Distribusi

Meski begitu, Kepala Bapanas Amran Sulaiman sekaligus Menteri Pertanian mengajak publik untuk tetap mempertimbangkan kondisi petani hortikultura Indonesia. Ada kalanya harga cukup berfluktuasi, tapi dapat pula suatu ketika harga turun drastis di tingkat petani.

"Seperti cabai (agak tinggi) mungkin karena distribusi. Tapi ingat, cabai terkadang harganya Rp 80.000 sampai Rp 100.000 tapi terkadang juga harganya jatuh. Jadi mungkin berilah kesempatan ke petani cabai juga, supaya recovery, modalnya kembali," ucap Amran dalam suatu telekonferensi di Jakarta, dikutip Kamis (11/6).

Setali tiga uang, kondisi tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) cabai yang dihelat Bapanas bersama Kementerian Pertanian dan berbagai asosiasi (10/6). Salah satunya Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) melaporkan harga Cabai Merah Keriting (CMK) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ada yang masih di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP).

Dilaporkan petani cabai di DIY sedang memasuki panen raya CMK dan memperoleh harga sekitar 20-25 ribu rupiah per kilogram (kg). Sementara HAP untuk CMK di tingkat petani ditetapkan pemerintah pada rentang harga 22.000-29.600 rupiah per kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
Nasional
Potensi Megathrust Selat Su...
Olahraga
Infantino Bungkam soal Renc...
Advertisement
Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

Shin Tae-yong Jumawa Persija Hanya Pakai Kekuatan 50% saat Kalahkan Borneo, Awas Kesandung Coach!

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.