Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Biden Mengultimatum Netanyahu agar Melindungi Warga Sipil Gaza

📅 Sabtu, 06 Apr 2024, 00:18 WIB | Oleh:
Biden Mengultimatum Netanyahu agar Melindungi Warga Sipil Gaza Doc: istimewa
Ket. Presiden AS, Joe Biden (kiri) dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu saat pertemuan di Tel Aviv, Israel, pada 18 Oktober 2023.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada Kamis (4/4), secara efektif memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu agar melindungi warga sipil Palestina dan pekerja bantuan asing di Gaza, atau Washington dapat membatasi dukungan bagi Israel dalam perangnya melawan militan Hamas.

Dikutip dariThe Straits Times, pesan tersebut keluar setelah berbulan-bulan AS menyerukan agar Israel mengubah taktik militernya yang telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, menyusul serangan Israel yang menewaskan tujuh pekerja bantuan World Central Kitchen (WCK) dan memicu kemarahan global.

Israel mengakui serangan itu adalah sebuah kesalahan.

Gedung Putih tidak mengatakan secara pasti langkah apa yang ingin diambil Netanyahu, atau apa yang akan dilakukan jika Netanyahu gagal mengambil langkah tersebut. Namun para analis mengatakan ancaman tersiratnya adalah memperlambat transfer senjata AS ke Israel atau melemahkan dukungan AS di PBB.

"Presiden, pada dasarnya, mengatakan saya harus memenuhi kebutuhan kemanusiaan ini atau saya tidak punya pilihan selain memberikan bantuan (militer)," kata Dennis Ross, diplomat veteran AS yang sekarang bekerja di Washington Institute for Near East Policy.

Biden, yang akan dipilih kembali pada bulan November, telah berjuang untuk menyeimbangkan tekanan untuk mengendalikan Netanyahu dari kubu Demokrat progresif yang kecewa dengan jumlah korban jiwa warga sipil Palestina dan risiko yang mungkin mengasingkan sebagian besar pemilih independen yang pro-Israel. Sejauh ini dia menolak menetapkan persyaratan mengenai transfer senjata.

Perang dimulai setelah serangan Hamas pada 7 Oktober terhadap Israel yang menewaskan 1.200 orang, menurut penghitungan Israel, memicu invasi Israel yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah padat penduduk dan membuat sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya mengungsi.

Menjelaskan seruan mereka, Gedung Putih mengatakan Biden menyerukan Israel "untuk mengumumkan dan menerapkan serangkaian langkah spesifik, konkrit dan terukur untuk mengatasi kerugian sipil, penderitaan kemanusiaan dan keselamatan pekerja bantuan".

"Dia menjelaskan kebijakan AS sehubungan dengan Gaza akan ditentukan oleh penilaian kami terhadap tindakan segera Israel terhadap langkah-langkah ini," tambah Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Bahkan, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken lebih tegas menyatakan sikapnya. "Begini, saya hanya akan mengatakan ini: Jika kita tidak melihat perubahan yang perlu kita lihat, maka akan ada perubahan dalam kebijakan kita."

Pada Kamis malam, hanya beberapa jam setelah panggilan tersebut, pemerintah Israel mengumumkan beberapa langkah untuk meningkatkan aliran bantuan ke Gaza, termasuk membuka pelabuhan Ashdod dan penyeberangan Erez ke Gaza utara dan meningkatkan pengiriman bantuan dari Yordania. Tidak jelas apakah langkah-langkah tersebut akan cukup untuk memenuhi tuntutan AS.

Sebagai tanggapan, AS menyambut baik upaya terbaru Israel yang mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza, namun keberhasilan itu akan diukur dari hasil perbaikan situasi di lapangan.

"Buktinya sudah terlihat pada hasilnya, dan kita akan melihatnya terungkap dalam beberapa hari mendatang, dalam beberapa minggu mendatang," kata Blinken.

Ketika ditanya tentang tindakan Israel setelah perubahan posisi Biden, Blinken mengatakan kepada wartawan bahwa Washington akan "mencermati" metrik tertentu seperti jumlah truk yang masuk ke Jalur Gaza dan evolusi risiko kelaparan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.