Menparekraf Ingin Industri Film Tingkatkan Ekonomi Kreatif Bangsa
📅 Sabtu, 30 Mar 2024, 15:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Harianto
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ingin industri film di tanah air bisa berkontribusi dalam peningkatan ekonomi kreatif bangsa.
"Kita berharap dengan industri perfilman yang lebih tinggi, dampak ekonominya bisa meningkatkan kesejahteraan menuju Indonesia Emas 2045," kata Sandiaga dalam peringatan Hari Film Nasional di Jakarta, Sabtu (30/3).
Menurut menteri, produksi perfilman Indonesia saat ini sudah maju dan mampu bersaing di kancah internasional serta membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi.
Sandiaga bercerita bahwa telah menonton film Premier KKN Badarawuhi. Sebuah film horor. Film tersebut layak mendunia. Ia juga mengapresiasi karena film tersebut memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.
Sandi mengaku mendapat informasi dari film Badarawuhi menciptakan 1000 orang lapangan pekerjaan. Sedangkan film-film yangsmallbudget juga rata-rata menciptakan 100 sampai 200 lebih lapangan pekerjaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Berarti ini lapangan kerja yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita," ucap Sandiaga.
Selain itu, berkat adanya film "Laskar Pelangi" yang dibuat di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, membuat daerah tersebut menjadi tempat destinasi wisata yang diminati oleh masyarakat luar.
"Belitung itu destinasi wisata yang terdorong industri perfilman, Laskar Pelangi itu ternyata mampu meningkatkan kunjungan sampai 37 persen (di Belitung), 24 penerbangan (ke Belitung. Jadi ini yang luar biasa," tutur Sandiaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sandiaga mengatakan bahwa pemerintah mempunyai tiga slogan "an" dalam mendukung sesuatu sektor termasuk industri perfilman, pertama anggaran, kedua kebijakan dan ketiga kehadiran.
"Kami di sini mudah-mudahan tiga tiganya bisa tetapdeliveruntuk industri perfilman nasional. Anggaran yang terbatas mudah-mudahan bisa ditingkatkan, tapi kebijakan juga mengenai keselamatan kerja, maksimal jam kerja juga keselamatan dan keamanan aktor," ujar Sandiaga.
Sedangkan menegaskan bahwa pemerintah akan siap hadir untuk mendukung industri perfilman Indonesia sehingga bisa bersaing dengan perfilman luar negeri.
"Kita punya film film pendek yang perlu kita bantu, yang selama ini belum tersentuh komersialisasinya. Jadi kami menyelenggarakan festival film bulanan, dan baru saja kemarin kita meluncurkan Hari Film Nasional ke-74 di Untirta, Serang. Ini untuk mendmokratisasi perfilman Indonesia, bukan hanya di kota kota besar tapi juga di seluruh wilayah Nusantara," kata Sandiaga.
Sementara itu, Ketua Umum Parfi'56 Marcella Zalianty mengatakan bahwa film Indonesia menghasilkan penonton sebanyak lebih dari 54 juta orang dengan pangsa pasar 61 persen pasca adanya pandemi COVID-19.
"Tentu ini adalah angka yang belum pernah kita dapatkan kalau kita lihat sebelum pandemi COVID-19 lalu. Dan sejalan fakta tersebut beberapa aktor nasional terlihat dalam produksi bertaraf internasional, turut berpartisipasi dalam film kancah internasional," kata Marcella.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!