Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Hidrogen Hijau dan Tantangannya untuk Transisi Energi Indonesia

📅 Selasa, 26 Mar 2024, 11:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenal Hidrogen Hijau dan Tantangannya untuk Transisi Energi Indonesia Doc: The Conversation/Pertamina
Ket. Area produksi panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy. Panas bumi dapat menjadi pendorong produksi hidrogen hijau.

Anggi M. Lubis, The Conversation dan Robby Irfany Maqoma, The Conversation

Hidrogen hijau menjadi primadona energi bersih untuk mempercepat transisi energi terbarukan. Seluruh dunia berlomba-lomba memproduksi sumber energi ramah lingkungan ini.

Badan Energi Internasional (IEA) mencatat ada sekitar 1.894 proyek pengembangan hidrogen di dunia hingga 2030 mendatang, termasuk di Indonesia. Sejumlah produsen kendaraan terkemuka seperti Toyota dan BMW bahkan sudah merilis mobil berbahan bakar hidrogen.

Di Indonesia, perusahaan energi pelat merah, Pertamina dan PLN, juga mengembangkan energi hidrogen dari hulu (produksi) ke hilir (isi ulang daya).

Sebenarnya, apa yang membuat hidrogen hijau begitu diminati? Apa saja perannya untuk mendukung pelestarian Bumi? Berikut ini rangkuman kami atas beragam analisis ahli yang telah terbit di The Conversation.

Warna-warni sumber hidrogen

Pakar teknik produksi hidrogen University of North Dakota di Amerika Serikat, Hannes van der Watt, mengemukakan hidrogen adalah sumber energi potensial karena setiap molekulnya adalah agen pembawa energi yang sangat efektif. Hidrogen umumnya berupa gas tapi bisa menjadi cair apabila didinginkan dalam suhu tertentu.

Nah, seberapa ramah hidrogen ini terhadap lingkungan amat tergantung dengan dari mana elemen tersebut berasal.

Hidrogen hijau, kata Hannes dalam analisisnya, adalah jenis hidrogen yang paling bersih karena diproduksi dari listrik energi terbarukan seperti angin, matahari, maupun air melalui proses elektrolisis. Hidrogen hijau sama sekali tidak melepaskan emisi gas rumah kaca.

"Hidrogen sering digambarkan dengan warna untuk menunjukkan seberapa bersih, atau bebas CO?nya. Yang paling bersih adalah hidrogen hijau," tulis Hannes.

Ada juga hidrogen kelabu (grey hydrogen) yang diproduksi dari gas bumi. Jika proses produksi hidrogen kelabu diikuti dengan penangkapan karbon yang terlepas, maka sebutannya akan berbeda lagi: hidrogen biru.

Awal 2024, profesor bidang geofisika dari Royal Holloway University of London, David Waltham, mengemukakan jenis hidrogen baru yang muncul yaitu hidrogen emas. Hidrogen ini terpendam di bawah tanah dalam bentuk gas dan tersebar di banyak negara, meski kita membutuhkan banyak penelitian untuk melihat seberapa jauh hidrogen emas bisa digunakan.

Salah satu cadangan hidrogen emas terbesar yang baru ditemukan berlokasi di timur laut Perancis. "Cadangan tersebut mungkin mengandung 250 juta ton hidrogen alami," tutur David dalam analisisnya.

Aneka manfaat hidrogen

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.