Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Enam Meninggal, Helikopter SAR Terbang Mencari 140 Penumpang Kapal Virgo yang Hilang

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 16:33 WIB | Oleh:
Enam Meninggal, Helikopter SAR Terbang Mencari 140 Penumpang Kapal Virgo yang Hilang Doc: Istimewa
Ket. Penumpang yang selamat mendapat pertolongan dari awak kapal nelayan.

SURABAYA - Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian korban Kapal Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9).

Data terbaru Basarnas mencatat 103 orang telah berhasil dievakuasi dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut. Dari jumlah itu, 97 orang ditemukan selamat, sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, masih terdapat 140 orang yang belum masuk dalam daftar korban yang telah dievakuasi dan masih dalam pencarian. Data tersebut merupakan perkembangan terbaru operasi SAR yang disampaikan Basarnas pada Minggu siang.

Enam korban meninggal ditemukan dalam proses evakuasi yang dilakukan kapal-kapal di sekitar lokasi. TB Mauhaw IX mengevakuasi 16 orang, dengan rincian 15 selamat dan satu meninggal dunia. Sementara TB TCP membawa 38 orang, terdiri atas 33 selamat dan lima meninggal dunia.

Adapun MV Haida berhasil mengevakuasi 49 orang dan seluruhnya dilaporkan selamat. Dengan demikian, total korban yang sudah dievakuasi mencapai 103 orang.

Pencarian diperkuat dari laut dan udara

Operasi pencarian kini diperkuat sejumlah unsur SAR. Armada yang terlibat antara lain KN SAR Laksmana, KRI Nala, KN Kunyit, serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Basarnas juga mengerahkan satu unit helikopter dari Surabaya untuk melakukan pencarian dari udara. Helikopter tersebut kemudian diberangkatkan dari Lanud Syamsudin Noor untuk menyisir wilayah perairan Laut Jawa.

Sebanyak 16 orang yang dievakuasi TB Mauhaw IX, termasuk satu korban meninggal, akan dibawa menuju Pelabuhan Tuban. Sementara 87 orang yang dievakuasi TB TCP dan MV Haida diarahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum komunikasi terakhir dengan nakhoda pada sekitar pukul 02.00 WITA, ketika kapal disebut dalam kondisi miring.

Laporan resmi mengenai hilang kontak kemudian diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA. Titik terakhir kapal berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara untuk menemukan 140 orang yang masih belum diketahui keberadaannya. Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan sambil menunggu perkembangan identifikasi serta pendataan seluruh korban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Jarak Pandang Terbatas, Ban...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.