Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 14:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten Doc: Antara
Ket. Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea memberikan keterangan resmi terkait hasil operasi SAR rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, pada Sabtu (12/9).

Tangerang - Polda Banten memastikan tiga jenis barang yang ditemukan dalam operasi SAR di perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata bukan milik lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang, Minggu (13/9), mengatakan barang yang ditemukan terdiri atas helm plastik merah, jeriken plastik biru bertutup hitam, dan dua jaket pelampung oranye.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” katanya.

Menurut Maruli, hasil pemeriksaan terhadap jeriken biru juga menunjukkan benda tersebut mengeluarkan aroma minyak sayur, bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1.

“Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jeriken milik kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih, dan polos tanpa penanda,” ujarnya.

Sementara itu, jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup hitam, serta terdapat tulisan pada bagian badan jeriken.

Maruli mengatakan helm plastik berwarna merah yang ditemukan juga bukan milik KM Arupadhatu 1 karena kapal tersebut tidak memiliki atau menyediakan helm jenis itu.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai proses pencarian.

“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” katanya.

Dibagi 6 Sektor

Sementara itu, Tim SAR gabungan memperluas dan membagi area pencarian KM Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda menjadi enam sektor dengan luas total 6.010 mil laut persegi.

Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo mengatakan enam sektor tersebut terdiri atas lima sektor laut, yakni Sektor V, W, X, Y, dan Z, serta satu sektor udara.

“Untuk luas area pencarian 6.010 mil laut persegi, pencariannya cukup luas dan dibagi menjadi enam sektor, terdiri dari lima sektor laut dan satu udara,” katanya.

Rangga mengatakan Sektor V memiliki luas 840 mil laut persegi dengan pengerahan dua kapal TNI AL, yakni KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.