Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

El Nino Picu Risiko Inflasi di Asean

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
El Nino Picu Risiko Inflasi di Asean Doc: antara
Ket. Fenomena El Nino berpotensi menimbulkan risiko inflasi yang lebih besar dibandingkan guncangan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asean

Singapura - Fenomena El Nino berpotensi menimbulkan risiko inflasi yang lebih besar dibandingkan guncangan terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara Asean, dengan kenaikan harga beras, gandum, jagung, dan minyak nabati diperkirakan menjadi faktor utama dampaknya, menurut OCBC Group Research pada Rabu (9/9).

Lavanya Venkateswaran, ekonom senior Asean dan India, mengatakan dalam sebuah catatan bahwa Filipina, Indonesia, dan Thailand termasuk negara Asean yang lebih rentan terhadap dampak El Nino. Sementara itu, Malaysia dan Vietnam juga menghadapi risiko signifikan, meskipun dampaknya diperkirakan lebih terkonsentrasi.

“Kenaikan harga pangan dapat menambah tekanan inflasi regional, dengan risiko inflasi impor yang juga meningkat mengingat mayoritas negara di kawasan ini merupakan pengimpor bersih pangan,” ujarnya.

Menurut Lavanya, selain Thailand dan Vietnam, negara-negara dengan perekonomian besar di kawasan tersebut pada umumnya merupakan importir bersih beras. Kondisi itu membuat Filipina, Malaysia, dan Indonesia rentan terhadap potensi guncangan nilai tukar perdagangan (terms-of-trade) akibat kenaikan harga beras.

Ia menambahkan bahwa mayoritas perekonomian di kawasan ini juga merupakan importir bersih biji-bijian dalam skala besar, termasuk negara-negara Asean-6. Kondisi tersebut membuat negara-negara itu rentan terhadap tekanan inflasi dari luar negeri ketika harga gandum dan jagung global meningkat.

Menurut dia, dampak kenaikan harga pangan terhadap inflasi akan berbeda di setiap negara, bergantung pada bobot komoditas pangan dalam keranjang harga konsumen, tingkat ketergantungan terhadap impor, serta intervensi pemerintah melalui kebijakan seperti subsidi dan pengendalian harga.

Sementara itu, dampak El Nino terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih beragam dan sebagian besar terkonsentrasi pada sektor pertanian.

Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam yang memiliki sektor pertanian relatif besar dinilai lebih rentan terhadap penurunan produksi serta melemahnya pendapatan masyarakat pedesaan akibat gangguan cuaca.

Kendati demikian, Lavanya menilai negara-negara pengekspor hasil pertanian seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam dapat mengimbangi sebagian dampak tersebut melalui peningkatan pendapatan dari ekspor komoditas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Megapolitan
UMKM Sudah Waktunya Manfaat...
Olahraga
Bek Real Madrid Raul Asenci...
Advertisement
Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

Update Perolehan Medali Sementara Asian Games 2026, Indonesia Naik ke Posisi 13

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.