Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Korban MBG Karo ke Jakarta, Evaluasi Keamanan Pangan Kembali Mendesak

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 23:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Korban MBG Karo ke Jakarta, Evaluasi Keamanan Pangan Kembali Mendesak Doc: Antara
Ket. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (tengah) memberangkatkan dua korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sabtu (12/9).

Medan - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta publik menghentikan komentar negatif dan perundungan terhadap dua siswa asal Kabupaten Karo yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bobby mengatakan pemulihan korban tidak cukup hanya dilakukan secara medis, tetapi juga harus mencakup kondisi mental dan psikologis, terutama setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik.

"Saya minta tolong kepada kita semua. Yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis, tapi juga mentalnya dan juga psikis," kata Bobby setelah mengantarkan kedua korban ke Jakarta melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sabtu (12/9).

Menurut dia, hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan adanya gangguan mental pada sebagian korban yang antara lain dipicu komentar negatif dan perundungan di media sosial.

"Jangan terlalu 'di-blow up' karena hasil pemeriksaan ada empat poin. Poin keempat itu, anak kita ini mentalnya terganggu karena siber bullying, seolah-olah mencari perhatian. Ini mengganggu mental anak-anak kami," jelas Bobby.

Ia mengatakan tim medis juga telah meminta para siswa mengurangi aktivitas di media sosial selama masa pemulihan. Publik pun diminta menahan diri agar tidak menambah tekanan terhadap korban.

"Ini demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih," tuturnya.

Bobby menjelaskan dua siswa, yakni Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Silitonga, dibawa ke Jakarta atas permintaan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mendapatkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.

Menurut Bobby, secara medis kondisi kedua siswa tersebut telah ditangani tim dokter di Karo maupun Sumatera Utara. Namun, keduanya masih membutuhkan penanganan lebih lanjut karena kondisi psikologis dan trauma yang dinilai lebih berat dibandingkan korban lainnya.

"Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta," tutur Bobby.

Penanganan korban menjadi salah satu sisi dari persoalan dugaan keracunan MBG. Di sisi lain, berulangnya kejadian serupa membuat aspek keamanan pangan dalam program tersebut kembali dipertanyakan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan mengusulkan agar MBG dimasak dan disajikan langsung di kantin sekolah untuk memperketat pengawasan keamanan pangan. Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso menegaskan standar keamanan pangan tidak boleh dikompromikan.

"Standar keamanan pangan itu sangat ketat dan tidak bisa ditawar-tawar lagi," kata Piprim di Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut Piprim, pengolahan makanan di kantin sekolah memungkinkan makanan disajikan lebih hangat dan segar. Penyajian juga dapat disesuaikan dengan selera anak, misalnya melalui konsep prasmanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.