Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 18:11 WIB | Oleh:
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker Doc: ANTARA/akun medsos Kanaya Whulan
Ket. Tangkapan layar foto Kanaya Whulan (Kanaya Whu).

BANDUNG, JAWA BARAT - Kabar duka datang dari panggung utama Gedung Sate, saat Kanaya Whulan dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Minggu 13 September, di tengah perjuangannya melawan penyakit kanker.

Senyum energik dan lantunan vokal yang menggema di area Gedung Sate saat peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 lalu, menjadi kenangan manis sekaligus perpisahan terakhir dari Kanaya Whulan.

Momen kirab bendera dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate sebulan lalu menjadi saksi ketangguhan seniman asal Tasikmalaya ini. Berbalut pakaian veteran di atas kereta kencana, Kanaya tampil memukau membawakan lagu legendaris karya Ismail Marzuki, Melati di Tapal Batas.

Bersama grup musik Emka 9, penampilannya seolah menjiwai isi lagu: menghormati ketangguhan dan keberanian pejuang perempuan di garis depan.

Bagi masyarakat Jawa Barat, sosok Kanaya bukan sekadar penyanyi panggung. Sejak bergabung dengan Emka 9 pada 2019, ia menjadi salah satu pengisi nyawa dalam jalinan kebudayaan dan agenda kedinasan Provinsi Jawa Barat.

Ia konsisten hadir mendampingi agenda Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mulai dari kegiatan protokoler resmi hingga safari budaya ke penjuru daerah.

Sejumlah karya lagu ciptaan Dedi Mulyadi pun menjadi lebih hidup lewat suaranya, seperti Rindu Purnama, Karembong Koneng, Prabu Siliwangi, Dangiang Galuh Pakuan, Indung, hingga Memanen Cinta.

Kabar duka mengenai kepergian pelantun lagu-lagu etnik-modern tersebut, disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun Instagram resminya.

"Kami menyampaikan berita duka telah meninggal dunia, saudari kita, sahabat kita, Teh Kanaya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena menderita kanker. Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diamuni segala dosanya dan diterima di sisi Allah SWT," kata Dedi.

Dedi juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam serta memohon doa dari seluruh masyarakat Jawa Barat bagi almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.

"Mohon dimaafkan segala dosanya, segala kesalahannya, semoga keluarganya ditabahkan dalam menghadapi cobaan yang berat ini," tutur Dedi.

Jenazah mendiang Kanaya Whu, dipulangkan ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan.

"Kanaya akan dimakamkan di tempat kelahiranya di Kabupaten Tasikmalaya," ucapnya.

Kepergian Kanaya Whu menyisakan duka mendalam bagi jagat seni pertunjukan dan masyarakat Tatar Sunda. Suara khas serta pengabdian panggungnya kini menjadi bagian dari catatan perjalanan seni budaya Jawa Barat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.