Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenang Nasirun, Fadli Zon Dorong Generasi Muda Lahirkan Maestro Baru

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenang Nasirun, Fadli Zon Dorong Generasi Muda Lahirkan Maestro Baru Doc: Antara
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sambutan pada peresmian pameran Nasirun di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9).

Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon berharap sosok dan perjalanan maestro seni rupa Indonesia Nasirun dapat menginspirasi lahirnya “Nasirun-Nasirun” baru dari generasi muda melalui proses pewarisan pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai dalam berkesenian.  

Harapan tersebut disampaikan Fadli saat membuka pameran “Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9), digelar untuk mengenang Nasirun yang berpulang pada 1 Agustus 2026. 

“Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru. Karena beliau juga orang yang sangat berdedikasi untuk membagikan pengalamannya, ilmunya kepada generasi muda,” kata Fadli.

Menurut Menbud, Nasirun tidak hanya dikenal melalui pencapaian estetika dan artistiknya, tetapi juga melalui dedikasinya dalam membagikan pengetahuan kepada generasi muda.  

Ia mencontohkan keterlibatan Nasirun sebagai guru dalam program Belajar Bersama Maestro yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan pada 2025.

Dalam program tersebut, sebanyak 10 siswa yang terpilih melalui audisi tinggal di tempat Nasirun untuk belajar bersama sang maestro sekaligus menghasilkan karya.

“Jadi ada 10 orang siswa yang terpilih melalui audisi dan tinggal di tempat Mas Nasirun, kemudian belajar bersama Nasirun, tinggal bersama Nasirun dan juga melahirkan karya-karya,” ujar Fadli.

Menbud menilai pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para perupa muda untuk mengembangkan karya dengan kedalaman yang mereka miliki.

Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” juga memperlihatkan sisi lain dari perjalanan artistik Nasirun, yakni penghormatannya terhadap para guru.   

Pameran mempertemukan karya Nasirun dengan karya sejumlah seniman yang disebut sebagai gurunya, termasuk Abas Alibasyah, Affandi, Ahmad Sadali, Amang Rachman Jubair, Amri Yahya, Bagong Kussudiardja, Djoko Pekik, Edhi Soenarso, Fadjar Sidik, Harijadi Sumadidjaja, Hendra Gunawan, Jeihan Sukmantoro, Kusnadi, Oesman Effendi, S. Sudjojono, Widayat, dan Zaini.

Fadli mengatakan dirinya mengenal Nasirun sejak belasan tahun lalu dan mengetahui bagaimana Nasirun selalu menghormati para gurunya. Bahkan, Nasirun membuat museum di seberang rumahnya yang berisi karya-karya para guru tersebut.

“Dan beliau membuat juga museum yang isinya adalah karya-karya para gurunya di seberang rumahnya,” kata Fadli.

Ia mengatakan pameran tersebut menunjukkan bagaimana Nasirun mengolah tradisi, budaya, spiritualitas, realitas kehidupan sehari-hari, dan modernitas ke dalam karya melalui berbagai medium, baik dua dimensi maupun tiga dimensi.

Bagi Fadli, praktik tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan seni rupa Indonesia tidak terlepas dari proses belajar, menafsirkan, dan meneruskan pengetahuan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.