Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa ISIS Menyerang Rusia?

📅 Senin, 25 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:

AS mengklaim bahwa mereka menyadap komunikasi yang mengkonfirmasi bahwa kelompok tersebut sedang bersiap untuk melakukan serangan sebelum bom bunuh diri terkoordinasi di Iran pada bulan Januari tahun ini menewaskan hampir 100 orang di kota Kerman di Iran tenggara. ISKP mengaku bertanggung jawab atas serangan Kerman.

Mengapa menyerang Rusia?

Analis pertahanan dan keamanan mengatakan kelompok tersebut dalam beberapa tahun terakhir telah menargetkan propagandanya kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin atas dugaan penindasan terhadap Muslim oleh Rusia.

"Kebijakan luar negeri Rusia telah menjadi tanda bahaya besar bagi ISIS," ujar Michael Kugelman, direktur South Asia Institute di Wilson Center yang berbasis di Washington.

"Invasi Soviet ke Afghanistan, tindakan Rusia di Chechnya, hubungan dekat Moskow dengan pemerintah Suriah dan Iran, dan khususnya kampanye militer yang dilakukan Rusia terhadap pejuang ISIS di Suriah dan, melalui tentara bayaran Grup Wagner di beberapa bagian Afrika," tambahnya.

Semua ini berarti bahwa Moskow telah menjadi fokus "perang propaganda ekstensif" ISKP, kata Amira Jadoon, asisten profesor di Clemson University di South Carolina dan salah satu penulis The Islamic State in Afghanistan and Pakistan: Strategic Alliances and Rivalries.

"Keterlibatan Rusia dalam perang global melawan ISIS dan afiliasinya, terutama melalui operasi militernya di Suriah dan upayanya menjalin hubungan dengan Taliban Afghanistan, saingan ISIS-K,menandai Rusia sebagai musuh utama ISIS/ISIS-K," kata Jadoon kepada Al Jazeera.

Jika serangan Moskow "secara pasti dikaitkan" dengan ISKP, kata Jadoon, kelompok tersebut berharap mendapatkan dukungan dan memajukan "tujuannya untuk berkembang menjadi organisasi teroris dengan pengaruh global" dengan menunjukkan bahwa mereka dapat melancarkan serangan di wilayah Rusia.

"ISK secara konsisten menunjukkan ambisinya untuk berkembang menjadi entitas regional yang tangguh. dengan mengarahkan agresinya terhadap negara-negara seperti Iran dan Rusia, ISK tidak hanya menghadapi negara-negara kelas berat di kawasan tetapi juga menggarisbawahi relevansi politik dan jangkauan operasionalnya di panggung global" kata Jadoon.

Kabir Taneja, peneliti di Program Studi Strategis dari Observer Research Foundation, sebuah wadah pemikir yang berbasis di New Delhi, India, mengatakan bahwa Rusia dipandang oleh ISIS dan afiliasinya sebagai "kekuatan salib melawan Muslim".

"Rusia telah menjadi target ISIS dan bukan hanya ISKP sejak awal," kata Taneja, penulis buku The ISIS Peril.

"ISKP menyerang kedutaan Rusia di Kabul pada tahun 2022, dan selama berbulan-bulan, badan keamanan Rusia telah meningkatkan upaya mereka untuk menekan ekosistem pro-ISIS baik di Rusia maupun di sekitar perbatasannya, khususnya di Asia Tengah dan Kaukus," ujar dia.

Pada awal Maret, Dinas Keamanan Federal Rusia, yang lebih dikenal sebagai FSB, mengatakan pihaknya telah menggagalkan rencana ISIS untuk menyerang sinagoga di Moskow.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.