PINTU Incubator Perkuat Kolaborasi Mode Indonesia-Prancis di JF3 2026
📅 Senin, 20 Jul 2026, 16:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - PINTU Incubator memasuki tahun kelima penyelenggaraannya dengan memperkuat kolaborasi industri mode Indonesia dan Prancis melalui pengembangan talenta, pertukaran pengetahuan, hingga program residensi lintas budaya. Pada 2026, program ini juga memulai proses pembentukan Yayasan PINTU Incubator Indonesia sebagai langkah memperkuat keberlanjutan program sekaligus memperluas dampaknya bagi ekosistem mode nasional.
Perkembangan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di JF3 Media Room, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta. Dalam kesempatan itu, PINTU memaparkan sejumlah capaian program sepanjang 2026, termasuk kolaborasi antara brand Indonesia dan Prancis, partisipasi Lil Public pada pertunjukan tahunan École Duperré di Paris, serta dua koleksi hasil PINTU Residency yang akan diperkenalkan pada JF3 Fashion Festival 2026.
Sejak diluncurkan pada 2022, PINTU Incubator yang digagas JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut Français d'Indonésie (IFI) telah menarik lebih dari 10.000 brand dan desainer. Tahun ini, sebanyak 39 peserta mendaftar mengikuti program inkubasi, kemudian diseleksi menjadi 10 peserta, sebelum akhirnya lima finalis terpilih memperoleh kesempatan mempresentasikan koleksi mereka pada JF3 Fashion Festival 2026.
"Kami percaya bahwa talenta tidak selalu tumbuh karena diberi lebih banyak jawaban. Sering kali, mereka justru berkembang ketika dipertemukan dengan pengalaman, sudut pandang, dan pertanyaan yang tepat. PINTU kami bangun sebagai ruang untuk menjalani proses itu, mengenali kekuatan, melihat kembali apa yang belum bekerja, dan memahami ke mana sebuah karya ingin dibawa," ujar Co-Initiator PINTU Incubator sekaligus Founder LAKON Indonesia, Thresia Mareta.
Selama program berlangsung, peserta memperoleh 39 sesi pengembangan kapasitas yang mencakup strategi bisnis, merchandising, komunikasi, hukum dan kekayaan intelektual, ekspor-impor, keuangan, hingga styling dengan pendampingan dari 18 mentor asal Indonesia dan Prancis. Lima peserta terbaik yang akan tampil di JF3 Fashion Festival 2026 terdiri atas dua brand, yakni Saul Studio dan Toja House, serta tiga desainer, yaitu ALDRIE, ANDREAN NR, dan DACIA.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sejak awal, JF3 tidak hanya ingin menyediakan panggung, tetapi juga menjadi bagian dari proses pertumbuhan para pelaku industri. Melalui PINTU, kami membangun ruang yang mempertemukan talenta dengan pengetahuan, mentor, jejaring, pengalaman profesional, dan peluang kolaborasi," kata Chairman JF3 sekaligus Co-Initiator PINTU Incubator, Soegianto Nagaria.
Selain program inkubasi, PINTU juga menghadirkan jalur Accelerator yang membuka peluang kolaborasi lintas negara. Pada tahun ini, DENIMITUP berkolaborasi dengan label asal Prancis, TAREET, sementara Lil Public memperoleh kesempatan berpartisipasi dalam pertunjukan tahunan École Duperré di Paris sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional bagi pelaku mode Indonesia.
Program PINTU Residency turut menjadi sorotan melalui kolaborasi dua desainer Indonesia dan dua desainer Prancis selama empat bulan. Dari proses tersebut lahir koleksi GARUDA yang memadukan tailoring Barat dengan tenun Lombok, serta koleksi AU LARGE yang menggabungkan inspirasi budaya maritim Prancis dengan batik dan budaya pesisir Jawa, yang keduanya akan diperkenalkan untuk pertama kalinya di JF3 Fashion Festival 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!