Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa ISIS Menyerang Rusia?

📅 Senin, 25 Mar 2024, 00:00 WIB | Oleh:

Serangan sebelumnya di Rusia

Moskow dan kota-kota Rusia lainnya telah menjadi sasaran serangan sebelumnya.

Pada tahun 2002, pejuang Chechnya menyandera lebih dari 900 orang di teater Moskow, Dubrovka, menuntut penarikan pasukan Rusia dari Chechnya dan diakhirinya perang Rusia di wilayah tersebut.

Pasukan khusus Rusia menyerang teater tersebut untuk mengakhiri kebuntuan dan 130 orang tewas, sebagian besar tercekik oleh gas yang digunakan oleh pasukan keamanan untuk membuat para pejuang Chechnya tidak sadarkan diri.

Serangan paling mematikan di Rusia adalah pengepungan sekolah Beslan tahun 2004 yang dilakukan oleh anggota kelompok bersenjata Chechnya yang mengupayakan kemerdekaan Chechnya dari Rusia. Pengepungan tersebut menewaskan 334 orang, termasuk 186 anak-anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.