Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Banyuwangi Fokus Penguatan SDM untuk Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

📅 Jumat, 02 Feb 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Banyuwangi Fokus Penguatan SDM untuk Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi
Ket. Sambutan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Musrenbang Kecamatan di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Jatim. Kamis (1/2/2024).

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada tahun anggaran 2024 dalam upaya untuk mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan.

"Sumber daya manusia yang berkualitas dapat menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini perlu dipersiapkan dengan matang," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) kecamatan yang digelar serentak di seluruh Kabupaten Banyuwangi, Kamis.

Untuk mewujudkannya, lanjut dia, ada delapan prioritas program mulai dari pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, dan peningkatan ekosistem produktif pelaku pariwisata, UMKM dan pertanian.

"Untuk kemiskinan sendiri, alhamdulillah, tahun kemarin tercatat di angka 7,34 persen. Untuk sekarang kami canangkan nol persen untuk kemiskinan ekstrem," kata dia.

Sedangkan sektor pendidikan sendiri yang terus digenjot adalah penurunan angka anak tidak sekolah (ATS). Hingga 26 Januari 2024, terdata ada 2.909 anak terkategori ATS. Ini mengalami penurunan signifikan jika dibanding data per September 2023 yang mencapai 5.420 anak.

"Kami mengapresiasi kepada sejumlah kecamatan yang telah melakukan penetrasi signifikan dalam menurunkan jumlah anak tidak sekolah ini. Hal tersebut perlu dicontoh oleh kecamatan lainnya," ujar dia.

Bupati Ipuk juga meminta seluruh kecamatan untuk berfokus menurunkan stunting. Hal ini menunjukkan progres yang cukup menggembirakan, jumlah balita stunting bulan timbang Desember 2023 mencapai 2.305 balita atau menurun 17,08 persen jika dibandingkan bulan timbang Februari 2023 sebanyak 2.780 balita.

"Penanganannya bukan soal gizi belaka. Tapi, juga perlu dilakukan pembenahan sanitasi, kebersihan lingkungan hingga pola hidup," tutur dia.

Selain itu, bagian dari delapan program prioritas itu antara lain penguatan modal sosial, pengelolaan lingkungan hidup, transformasi digital layanan publik, dan pembangunan infrastruktur penunjang kawasan ekonomi strategis (KES).

Berbagai usulan dari masing-masing kecamatan hasil dari musrenbang, nantinya akan menjadi bahan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kabupaten. Dari dokumen tersebut akan menjadi pedoman program pemerintah untuk tahun 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

38 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.