Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Daya Saing Perbankan Syariah Diperkuat

📅 Selasa, 28 Nov 2023, 10:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Daya Saing Perbankan Syariah Diperkuat Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan peta jalan atau road map pengembangan dan penguatan perbankan syariah 2023-2027. Langkah itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing perbankan syariah.

"Peta jalan ini memberikan arah kebijakan strategis bagi bank syariah, baik dari sisi industri atau supply side maupun dari sisi masyarakat atau demand side," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam Peluncuran Road Map Perbankan Syariah 2023-2027 di Jakarta, Senin (27/11).

Peta jalan itu diperlukan karena ke depan, perbankan syariah akan menghadapi tantangan berupa pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi saat Indonesia berproses menjadi negara maju.

"Bagaimana kita menyambut tingkat pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi ke depan dan Indonesia menuju negara maju, tentu memerlukan sinergi keuangan dari sisi perbankan yang mumpuni," katanya.

Perbankan syariah juga dinilai masih perlu meningkatkan daya saingnya karena saat ini dari 13 Bank Umum Syariah (BUS) dan 20 Unit Usaha Syariah (UUS) yang beroperasi di Indonesia, hanya terdapat 1 BUS yang memiliki aset di atas 100 triliun rupiah. Sebanyak 11 BUS dan 17 UUS memiliki aset di bawah 40 triliun rupiah. Kondisi ini pun dinilai tidak ideal.

"Struktur perbankan syariah saat ini menunjukkan industri perbankan syariah nasional masih berada dalam skala usaha yang relatif kecil sehingga belum kompetitif di industri perbankan nasional," katanya.

Pilar Kebijakan

Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah 2023-2027 terdiri dari lima pilar kebijakan, yang terdiri dari kebijakan penguatan struktur dan ketahanan perbankan syariah, kebijakan percepatan digitalisasi bank syariah, dan kebijakan penguatan karakteristik bank syariah.

Di samping itu, peta jalan itu juga mencakup pilar kebijakan peningkatan kontribusi perbankan syariah kepada perekonomian nasional, serta kebijakan yang diharapkan dapat membuat peraturan, perizinan, serta pengawasan terhadap bank syariah yang lebih responsif dan akomodatif terhadap perkembangan bank syariah.

"Selain dari lima pilar utama, faktor pendukung yang sangat penting adalah kepemimpinan yang kuat dan manajemen perusahaan yang efektif, optimalisasi teknologi dan sumber daya, serta sinergi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, merupakan kunci keberhasilan implementasi peta jalan ini," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.