138 Blok Migas Indonesia Ditawarkan ke Russia, Prabowo Bidik Investasi Baru
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 15:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan Indonesia menawarkan 138 blok eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) kepada investor Russia yang tertarik mengikuti proses lelang.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan penawaran tersebut menjadi salah satu pokok kerja sama sektor energi yang dibahas Indonesia dan Russia.
“Kementerian ESDM kan menawarkan sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia jika mereka tertarik mengikuti proses lelang,” ujar Erani ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/9).
Menurut Erani, kerja sama energi menjadi salah satu topik yang dibahas dalam hubungan Indonesia-Russia. Tahun ini, Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Russia, yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto sebagai pembicara.
“Sebetulnya, yang paling pokok itu (penawaran blok migas). Nanti Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) yang akan menyampaikan lebih dalam,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengundang perusahaan-perusahaan Russia untuk berinvestasi dan mengembangkan 138 blok eksplorasi migas yang telah dibuka di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Prabowo mengatakan Indonesia tengah membahas kerja sama dengan sejumlah kelompok perusahaan Rusia untuk mengembangkan proyek bersama di sektor energi, termasuk pembangunan kilang dan terminal penyimpanan.
Prabowo menyebut Indonesia saat ini memiliki pasokan LNG yang cukup besar sehingga dalam beberapa sektor tidak secara langsung membutuhkan pasokan gas dari Rusia. Namun, Indonesia tetap terbuka terhadap pemanfaatan teknologi Rusia dan pengembangan proyek energi bersama.
Selain eksplorasi migas, kerja sama Indonesia-Russia juga mencakup sektor produksi pupuk dan pengolahan pertambangan.
Prabowo mengatakan nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan pupuk Indonesia dan salah satu kelompok usaha terbesar di Rusia telah ditandatangani untuk bersama-sama berinvestasi dalam proyek produksi pupuk berbasis gas di wilayah Timur Jauh Russia.
Pasar Ekspor
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai kerja sama Indonesia dan Russia berpotensi memberikan dampak positif, terutama dalam memperluas pasar ekspor Indonesia.
“Ada banyak dampak positif dari kerja sama Indonesia dan Rusia,” kata Esther saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Menurut Esther, Russia masih memiliki potensi pasar yang luas sehingga dapat dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor berbagai produk unggulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!