Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puan Pastikan Pembahasan Sembilan RUU Tak Terganggu Pemilu 2024

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 01:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Puan Pastikan Pembahasan Sembilan RUU Tak Terganggu Pemilu 2024 Doc: Koran Jakarta/M. Fachri
Ket. Ketua DPR RI Puan Maharani

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kelanjutan sembilan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang telah berada dalam tahap pembahasan Tingkat I untuk dibahas pada Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023-2024 tidak boleh terganggu dengan agenda Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Dia menegaskan bahwa DPR RI bersama dengan pemerintah akan tetap fokus dan menjaga amanah rakyat demi menghasilkan peraturan perundang-undangan yang berkualitas. "Pada masa sidang ini DPR RI akan melanjutkan pembahasan sebanyak sembilan Rancangan Undang-Undang yang saat ini sudah berada dalam tahapan pembahasan Tingkat I. Penyelesaian pembahasan undang-undang tidak boleh terganggu dengan agenda pemilu yang sudah semakin dekat," kata Puan saat membacakan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-8 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023-2024, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/10).

Puan mengatakan bahwa DPR RI melalui komisi-komisi terkait akan terus melakukan pengawasan pelaksanaan kebijakan APBN 2023 guna memastikan kinerja APBN Tahun Anggaran 2023 berjalan secara efektif dan efisien, serta mampu merespons dan mengantisipasi perlemahan ekonomi global.

"DPR RI bersama pemerintah akan terus mencermati dinamika perekonomian global tersebut, dan mempersiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan moneter fiskal dan stabilitas perekonomian nasional," tuturnya.

Dia juga menyebut DPR RI akan terus mendukung pemerintah dalam mencapai pengelolaan fiskal ke arah yang lebih sehat, berdaya tahan, serta mampu meningkatkan produktivitas untuk transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Puan menjelaskan sejumlah isu yang akan menjadi perhatian perhatian alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR pada Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023-2024, di antaranya krisis pangan yang disebabkan lonjakan harga pangan.

Kemudian, perubahan iklim yang berdampak pada kekeringan dan kemarau panjang, serta krisis air bersih di berbagai daerah; kenaikan harga minyak akibat kenaikan harga minyak dunia akibat memanas-nya konflik di Timur Tengah; kasus kekerasan dan perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan sekolah.

Lalu, kasus cacar monyet (monkeypox) yang terus bertambah; pembiayaan UMKM melalui fintech lending landing peer to peer (P2P) atau pinjaman daring; dugaan penyalahgunaan dana pensiun di beberapa BUMN; dan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) rate.

"DPR RI akan mendorong kementerian dan lembaga untuk bekerja responsif terukur berorientasi menyelesaikan masalah sehingga rakyat merasakan kehadiran pemerintah dalam melindungi rakyat," ujar Puan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.