Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Rp1.000 Jadi Rp14.000! KNMP Sulap Ikan Murah Jadi Cuan di Lampung

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 14:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dari Rp1.000 Jadi Rp14.000! KNMP Sulap Ikan Murah Jadi Cuan di Lampung Doc: istimewa
Ket. Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mendorong peningkatan nilai tambah ikan belo (Anodontostoma selangkat) dan ikan selangat (Anodontostoma chacunda) yang sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp700–Rp1.000 per kg

JAKARTA - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mendorong peningkatan nilai tambah ikan belo (Anodontostoma selangkat) dan ikan selangat (Anodontostoma chacunda) yang sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp700–Rp1.000 per kilogram. Melalui pengolahan menjadi produk fillet, komoditas tersebut kini memiliki nilai jual hingga Rp13.000–Rp14.000 per kilogram.

"Ikan dari nelayan saat ini dihargai Rp2.000/kg olen offtaker, kemudian menjadi ikan fillet dengan harga jual Rp13.000-14.000/kg. Artinya nilainya mengalami kenaikan signifikan," terang Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Plt. Dirjen PDSPKP), Erwin Dwiyana di Jakarta, Jumat (2/10).

Proses fillet ikan belo dan ikan selangat dilakukan di area penanganan cold storage di lokasi KNMP. Kegiatan ini menunjukkan operasional KNMP tidak hanya mendukung produktivitas perikanan di hulu, tapi juga menciptakan usaha turunan di hilir. Terlebih, KNMP Ketapang berhasil memberdayakan 11 perempuan-istri nelayan sebagai tenaga kerja.

"Tentu ini kabar menggembirakan bahwa KNMP Ketapang bisa menjadi simpul hilirisasi yang menyerap sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir," katanya.

Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP, Budi Yuwono mengapresiasi KNPM Ketapang yang juga berhasil menyulap limbah ikan seperti isi perut, tulang, dan kepala ikan menjadi bahan baku tepung ikan. Limbah tersebut dihargai Rp3.000–Rp4.000/kg sekaligus menjadi bukti penerapan zero waste.

"Kami sangat mengapresiasi bahwa hilirisasi juga mengubah limbah menjadi emas. Jadi tidak ada satu bagian pun yang terbuang," ujar Budi.

Budi berharap keberhasilan KNMP Ketapang menjadi dorongan sekaligus energi bagi KNMP lain, yang memiliki komoditas serupa. "Kami percaya optimalisasi KNMP mampu mewujudkan kesejahteraan nelayan dan kejayaan maritim Indonesia," tutupnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.