KKN “Sampah Tuntas” Dimulai di Bandung Raya dan Sumedang, Perguruan Tinggi Turun Tangan.
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 15:09 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSejumlah perguruan tinggi di Indonesia mulai bergerak untuk mengatasi masalah sampah dan lingkungan di berbagai wilayah, melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik “Sampah Tuntas” yang dimulai di Kawasan Bandung Raya dan Kabupaten Sumedang.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan persoalan tentang sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi daerah.
"Tim kajian untuk pengelolaan sampah menemukan terobosan baru yang sangat menjanjikan. Kita ingin coba pertama di Bandung. Dari situ, kita akan bisa menghitung dan menganalisis teknologi yang paling sesuai," kata Mendiktisaintek dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV (Jawa Barat & Banten), Lukman menegaskan mahasiswa dalam program tersebut berperan mendampingi masyarakat membangun kebiasaan pengelolaan sampah dari sumber.
Program diarahkan untuk memperkuat perubahan perilaku masyarakat melalui pendekatan rekayasa sosial partisipatif.
"Mahasiswa bukan membantu petugas sampah. Konsepnya mengubah budaya dan perilaku masyarakat terhadap sampah. Edukasi dilakukan sejak dari rumah tangga agar sampah dapat dikurangi dan dikelola sebelum keluar dari rumah sekaligus melakukan rekayasa sosial secara partisipatif bersama masyarakat," ujar Lukman.
Ia menjelaskan KKN Tematik “Sampah Tuntas” mencakup lima komponen, yaitu edukasi, pilah, pilih, pengelolaan, dan zero to TPA. Mahasiswa berperan sebagai motivator dan fasilitator perubahan perilaku, bukan sebagai petugas pengangkut atau pemilah sampah. Pelaksanaan program juga mencakup penguatan bank sampah dan pengolahan sampah organik di wilayah dampingan.
Pada 2026, program diproyeksikan melibatkan 90 perguruan tinggi swasta (PTS), 25.529 mahasiswa, dan 56 kecamatan di lima kabupaten/kota.
Kota Bandung mencakup 69 PTS dengan 15.166 peserta, Kabupaten Bandung enam PTS dengan 5.371 peserta, Kota Cimahi tujuh PTS dengan 3.300 peserta, Kabupaten Sumedang lima PTS dengan 1.402 peserta, serta Kabupaten Bandung Barat tiga PTS dengan 292 peserta.
Lukman mengatakan program dirancang selama 12 pekan atau setara 10 satuan kredit semester (SKS) dengan beban 450 jam kegiatan. Rangkaian kegiatan meliputi pembekalan, pemetaan kondisi sampah, survei pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP), audit sampah, penyusunan rencana aksi 90 hari, pendampingan, evaluasi, hingga penguatan keberlanjutan.
Ia menyebut program itu melanjutkan pelaksanaan KKN Tematik di sejumlah wilayah. Pada 2024 di Kota Bandung, kegiatan melibatkan 57 perguruan tinggi, 1.114 mahasiswa, dan 90 kelurahan, sedangkan pada 2025 di Kota Cimahi melibatkan tujuh perguruan tinggi, 1.600 mahasiswa, dan 15 kelurahan.
Pada 2026, program diperluas ke Karawang, Tasikmalaya, dan Sukabumi dengan total 26 perguruan tinggi dan lebih dari 2.000 mahasiswa.
KKN Tematik “Sampah Tuntas”, menargetkan pendampingan sekitar 2.500 RW, sedikitnya satu bank sampah aktif di setiap kelurahan/desa dampingan, satu unit pengomposan aktif per RW, dan sedikitnya dua kader terlatih per RW.
Program juga menargetkan penurunan sampah residu yang masuk ke TPS/TPA sebesar minimal 15-20 persen dari kondisi awal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!