Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapuas Perpanjang Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga 13 Oktober 2026.

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 14:52 WIB | Oleh:
Kapuas Perpanjang Status Tanggap Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga 13 Oktober 2026. Doc: Antara Foto
Ket. Dokumentasi. Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan.

Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memperkuat penanganan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperpanjang status tanggap darurat hingga 13 Oktober 2026.

Wakil Bupati Kapuas Dodo di Kuala Kapuas, Jumat, mengatakan perpanjangan status tersebut ditetapkan melalui rapat evaluasi di Posko Induk Karhutla Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan potensi kekeringan yang masih perlu diwaspadai.

“Status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla diperpanjang hingga 13 Oktober 2026,” katanya.

Menurut dia, evaluasi juga menjadi momentum memperkuat koordinasi BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, relawan, serta unsur pelayanan masyarakat untuk memastikan penanganan dan respons di lapangan berjalan optimal.

“Karena itu, kita perlu terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi tersebut,” ujarnya.

Dodo mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kapuas, diperkirakan masih rendah hingga awal November 2026.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan karhutla. Seluruh unsur terkait diminta tetap siaga serta menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan.

Ia juga mendorong keterlibatan unsur pelayanan masyarakat, termasuk rumah sakit daerah dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kapuas, dalam mengantisipasi dampak kekeringan terhadap masyarakat.

Dodo mengatakan sinergi seluruh unsur diperlukan untuk melindungi masyarakat dan lingkungan sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan efektif.

Pemkab Kapuas berharap hujan segera turun sehingga curah hujan kembali meningkat dan risiko kekeringan maupun karhutla dapat ditekan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S Pandiangan mengatakan pihaknya mencatat 3.434,12 hektare lahan terbakar sepanjang Januari hingga September 2026.

Pangeran menjelaskan, selain luasan lahan terbakar, jumlah kejadian karhutla juga cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat sebanyak 352 kejadian karhutla di wilayah Kabupaten Kapuas.

Sementara itu jumlah titik panas atau hotspot yang terpantau mencapai 30.200 titik sepanjang periode tersebut.

Dia menambahkan bahwa dalam penanganan karhutla, pihaknya juga telah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menambah 20 mesin pompa untuk mendukung pemadaman di sejumlah wilayah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.