Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Lonjakan Harga Energi

📅 Kamis, 19 Okt 2023, 11:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspadai Lonjakan Harga Energi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Importasi minyak membuat harga energi di dalam negeri rentan terdampak gejolak geopolitik. Kenaikan harga minyak global bakal memicu lonjakan inflasi di dalam negeri sehingga dikhawatirkan dapat menggerus daya beli masyarakat. Padahal, selama ini, konsumsi domestik berkontribusi besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti memperingatkan harga minyak mentah global bisa terkerek tinggi jika perang antara Hamas dan Israel berlangsung lama sehingga berdampak ke dalam negeri. Karena itu, lanjutnya, transisi ke energi bersih dan kendaraan listrik harus dipercepat agar tak terganggu oleh dinamika ekonomi politik global dan juga bisa lebih hemat dari sisi anggaran.

"Transisi energi juga membantu masyarakat yang bisa terganggu ekonominya apabila harga energi naik," ujarnya kepada Koran Jakarta, Rabu (18/10).

Sebelumnya, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina memperkirakan harga minyak mentah dunia (WTI) berpotensi melonjak mencapai 100 dollar AS per barel jika konflik di Timur Tengah meluas. Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia bisa meningkatkan inflasi.

Dia melanjutkan, saat ini, hampir semua negara di dunia sedang berperang dengan inflasi, yang salah satunya disebabkan oleh kenaikan harga energi. "Kalau misalnya harga minyak semakin tinggi, akan lebih banyak negara yang suffer (menderita). Jadi, sedini mungkin dicoba untuk diredam," ujar Martha.

Sementara itu, pemerintah menjamin mampu mengantisipasi kenaikan harga minyak imbas konflik Timur Tengah. Kendati kebutuhan minyak menjelang musim dingin pun diproyeksikan kerek inflasi secara global, namun pemerintah tetap optimistis mampu mengatasi dampak kenaikan harga minyak dunia tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji mengatakan, dampak perang Timur Tengah saat ini belum berdampak besar ke harga minyak dunia. Namun jika perang berlangsung lama maka akan berpengaruh ke impor minyak mentah dan impor bahan bakar minyak (BBM) RI.

"Sampai hari ini dampaknya masih belum signifikan walaupun kita tahu harga minyak mendekati 90 dollar As per barel, namun kalau ini berlangsung cukup lama saya kira akan berpengaruh," Jelas Tutuka di Jakarta, Rabu (18/10).

Revisi Peraturan

Menurutnya, kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) akan mempengaruhi harga BBM di masyarakat. Hal ini karena Indonesia impor keduanya yaitu crude oil dan BBM dengan presentase yang hampir sama.

Pemerintah juga mendorong segera diterbitkannya revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang menjadi regulasi acuan penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran. Dalam revisi tersebut akan mengatur detail kriteria kendaraan yang dapat mengisi Pertalite dan juga tengah mengkaji untuk membuat perbedaan harga Pertalite sesuai dengan jenis kendaraannya.

"Saya mengimbau, pertalite itu untuk masyarakat yang membutuhkan, jadi kalau yang mampu janganlah menggunakannya karena bukan peruntukannya," tegas Tutuka.

Sejauh ini, Pertamina tengah melakukan uji coba pembatasan pembelian Pertalite khususnya bagi kendaraan roda empat di beberapa daerah. Setiap pembeli diwajibkan memiliki Quick Response (QR)

Code untuk dipindai oleh petugas SPBU sebelum melakukan pembelian. Uji coba tersebut dilakukan di 41 kota dan kabupaten yang tersebar di tiga provinsi yakni Aceh, Bangka Belitung, dan Bengkulu. Uji coba juga dilakukan di Timika, Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Selatan Aj...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.