Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit

📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 15:15 WIB | Oleh:
BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar 

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mendorong pergeseran paradigma di bidang kesehatan nasional. Ia menekankan fokus pada penguatan pencegahan penyakit dari pada pengobatan.

“Kalau sudah masuk yang namanya kuratif sampai masuk kepada rehabilitasi, itu biayanya mahal sekali. Mahal sekali,” ujar Taruna dalam Dialog Kebangsaan “Rakyat Sehat, Negara Kuat” di Jakarta, Jumat (11/9).

Taruna menjelaskan ketahanan kesehatan setidaknya mencakup empat pendekatan, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Menurutnya, dua pendekatan pertama perlu mendapat perhatian lebih besar.

“Karena kalau kita mau fokus pada yang namanya kuratif dan rehabilitatif, negara pontang-panting untuk membayar semuanya. Saya setuju betul dengan apa yang disampaikan bahwa kita harus beralih kepada promosi dan pencegahan,” kata dia.

Taruna mendorong penguatan promosi kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat serta pencegahan penyakit. Ia menilai masyarakat perlu didorong agar memiliki kesadaran menjaga sebelum mengalami gangguan kesehatan.

“Jadi kita harus geser ke promotif, mempromosikan cara hidup sehat. Bergeser mempromosikan atau pencegahan,” ujar dia.

Dalam konteks itu, Taruna menilai kekayaan tanaman obat Indonesia dapat menjadi salah satu bagian dari pendekatan promotif dan preventif. Ia mencontohkan kunyit yang mengandung kurkumin dan disebut memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi.

“Di hadapan kita di sini sudah banyak jamu, saya lihat, salah satunya tadi yang disebut misalnya kunyit. Kunyit itu kurkuma, itu salah satu pengobatan anti-inflamasi yang cukup dan sangat baik dengan penggunaan hanya kunyit,” kata Taruna.

Menurut Taruna, pemanfaatan herbal tetap perlu dikembangkan dengan pendekatan ilmiah. Sehingga potensi sumber daya alam Indonesia dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Final Asean Cup Bakal Meled...
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.