Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit

24 Sabtu, 12 Sep 2026, 15:15 WIB | Oleh:
BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit BPOM Dorong Pergeseran Paradigma Kesehatan pada Pencegahan Penyakit Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar 

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mendorong pergeseran paradigma di bidang kesehatan nasional. Ia menekankan fokus pada penguatan pencegahan penyakit dari pada pengobatan.

“Kalau sudah masuk yang namanya kuratif sampai masuk kepada rehabilitasi, itu biayanya mahal sekali. Mahal sekali,” ujar Taruna dalam Dialog Kebangsaan “Rakyat Sehat, Negara Kuat” di Jakarta, Jumat (11/9).

Taruna menjelaskan ketahanan kesehatan setidaknya mencakup empat pendekatan, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Menurutnya, dua pendekatan pertama perlu mendapat perhatian lebih besar.

“Karena kalau kita mau fokus pada yang namanya kuratif dan rehabilitatif, negara pontang-panting untuk membayar semuanya. Saya setuju betul dengan apa yang disampaikan bahwa kita harus beralih kepada promosi dan pencegahan,” kata dia.

Taruna mendorong penguatan promosi kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat serta pencegahan penyakit. Ia menilai masyarakat perlu didorong agar memiliki kesadaran menjaga sebelum mengalami gangguan kesehatan.

“Jadi kita harus geser ke promotif, mempromosikan cara hidup sehat. Bergeser mempromosikan atau pencegahan,” ujar dia.

Dalam konteks itu, Taruna menilai kekayaan tanaman obat Indonesia dapat menjadi salah satu bagian dari pendekatan promotif dan preventif. Ia mencontohkan kunyit yang mengandung kurkumin dan disebut memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi.

“Di hadapan kita di sini sudah banyak jamu, saya lihat, salah satunya tadi yang disebut misalnya kunyit. Kunyit itu kurkuma, itu salah satu pengobatan anti-inflamasi yang cukup dan sangat baik dengan penggunaan hanya kunyit,” kata Taruna.

Menurut Taruna, pemanfaatan herbal tetap perlu dikembangkan dengan pendekatan ilmiah. Sehingga potensi sumber daya alam Indonesia dapat memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.