Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Upaya Sediakan Angkutan Nyaman, Pemkot Bandung Siap Konversi Angkot Menjadi Mikro Bus Tahun Depan

📅 Minggu, 17 Sep 2023, 17:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Upaya Sediakan Angkutan Nyaman, Pemkot Bandung Siap Konversi Angkot Menjadi Mikro Bus Tahun Depan Doc: ANTARA/HO Pemkot Bandung
Ket. Pelaksana Harian Wali Kota Bandung Ema Sumarna memberikan keterangan di Balai Kota Bandung, Minggu (17/9/2023).

Bandung - Upaya sediakan angkutan yang nyaman. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap mengonversi angkutan kota (angkot) menjadi mikro bussebagai upaya mewujudkan transformasi transportasi yang lebih nyaman dan aman pada tahun 2024.

"Persoalan besar kita di kota besar seperti ini adalah masalah kemacetan. Mudah-mudahan kita bisa mewujudkan transformasi transportasi," kata Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Ema Sumarna, di Bandung, Minggu.

Ema mengungkapkan perencanaan konversi angkot menjadi mikro bus ini penting dilaksanakan, sebabsaat ini laju pertumbuhan kendaraan rata-rata di Kota Bandung berada di atas 10 persen dan tidak seimbang dengan laju pertumbuhan sarana prasarana penunjang perhubungan.

Dia mengatakan transformasi angkutan baru diusulkan hadir pada tahun 2024 dan akan bekerja sama dengan koperasi-koperasi angkutan di Kota Bandung untuk mendukung programtersebut.

Pada pelaksanaannyananti, kata dia, Pemkot Bandung berencana subsidi biaya mikro bus sehingga operator tidak perlu lagi menunggu penumpang penuh dan hanya perlu mematuhi waktu keberangkatan yang ditetapkan.

"Kita sudah siap dengan subsidi itu. Mudah-mudahan nanti dengan dewan iniclear. Kita nanti menyubsidi para sopir angkot. Harapannya menjadi pegawai operator. Jadi mereka tidak terancam kehilangan pekerjaan. Bahkan ada kepastian dalam sisi pendapatan," katanya.

Ema berharap konversi angkot menjadi mikro bus ini bisa membuat pengguna jauh lebih nyaman serta menarik minat masyarakat untuk menggunakan transportasi publik jauh lebih tinggi.

"Kalau transportasi publik ini sudah benar, artinya kita juga akan berpindah dengan sendirinya. Tanpa ada perubahan transportasi publik, perilaku dipastikan tidak mau berubah. Kemacetan akan tetap hadir," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.