Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO: Kasus Covid-19 Global Naik 80 Persen

📅 Senin, 14 Agu 2023, 00:01 WIB | Oleh:
WHO: Kasus Covid-19 Global Naik 80 Persen Doc: Sumber: covid19.go.id, WHO

PARIS - Beberapa hari setelah menetapkan "varian yang diwaspadai" baru, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) mengumumkan jumlah kasus baru Covid-19 yang dilaporkan di seluruh dunia naik 80 persen pada bulan lalu.

Dikutip dari France 24, WHO, Jumat (11/8), menyatakan pada Mei bahwa Covid bukan lagi darurat kesehatan global, tetapi telah memperingatkan virus akan terus beredar dan bermutasi, menyebabkan lonjakan infeksi, rawat inap, dan kematian sesekali.

Dalam pembaruan mingguannya, badan PBB tersebut mengatakan bahwa negara-negara melaporkan hampir 1,5 juta kasus baru dari 10 Juli hingga 6 Agustus, meningkat 80 persen dibandingkan dengan 28 hari sebelumnya. Namun jumlah kematian turun 57 persen menjadi 2.500.

WHO memperingatkan jumlah kasus dan kematian yang dilaporkan tidak mencerminkan jumlah sebenarnya, sebagian karena negara-negara melakukan pengujian dan pemantauan jauh lebih sedikit dibandingkan pada tahap awal pandemi. "Banyak kasus baru datang di wilayah Pasifik Barat, yang mengalami lonjakan infeksi hingga 137 persen," kata WHO.

Beberapa negara di Belahan Bumi Utara, termasuk Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, dan Jepang telah mengalami peningkatan kasus musim panas dalam beberapa minggu terakhir.

Para ahli telah menyarankan pertemuan dan perjalanan musim panas, kekebalan yang menurun, dan subvarian baru mungkin semuanya berperan dalam peningkatan tersebut.

Pada Rabu, WHO menetapkan subvarian Omicron EG.5 sebagai "varian yang diwaspadai" setelah prevalensinya terus meningkat. Lebih dari 17 persen dari semua kasus yang dilaporkan adalah EG.5 pada pertengahan Juli, naik dari 7,6 persen sebulan sebelumnya.

Risiko Rendah

Varian EG.5, yang secara tidak resmi dijuluki "Eris" secara online, dianggap sebagai keturunan dari garis keturunan XBB dari virus tersebut.

Tampaknya lebih menular daripada varian lain yang beredar, kemungkinan karena mutasi pada protein lonjakannya dan WHO mengatakan telah menunjukkan kemampuan untuk menghindari kekebalan.

"Tetapi, tidak ada tanda bahwa EG.5 menyebabkan gejala yang lebih parah dan menimbulkan risiko rendah terhadap kesehatan masyarakat global," kata WHO, membandingkan ancamannya dengan subvarian Omicron baru-baru ini.

Meskipun demikian, Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan risiko tetap muncul dari varian yang lebih berbahaya yang dapat menyebabkan peningkatan kasus dan kematian secara tiba-tiba.

Menteri Kesehatan Prancis, Aurelien Rousseau, menyerukan kewaspadaan, sembari menekankan angka Covid tetap rendah.

"Kita harus hidup dengan kebangkitan virus ini untuk beberapa musim mendatang," katanya dalam pernyataan yang dikirim ke AFP.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Festival Kuliner Malam di P...
Nasional
Wapres Gibran Tanam Bibit K...
Olahraga
Hasil Piala Dunia: Belanda ...
  • Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon
    Preview komentar:
    Cara Menghubungi Call Center KrediOne: Hubungi call center ...
    Cara Menghubungi Call Center KrediOne: Hubungi call center ...
  • Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan dari Pagi hingga Malam
    Preview komentar:
    Cara Menghapus akun & Tutup akun (Kredione).silakan hubungi ...
    Berikut nomor Call center resmi mcep (INDODAX) adalah. ...
  • Persija Jakarta Wajib Tempatkan Pemain Berkarakter, Ini Penjelasan Shin Tae-Yong
    Preview komentar:
    Hubungi Call Center Resmi Spinjam (0817-776-012) atau Cs ...
    Cara Membatalkan Pinjaman Spinjam kamu bisa menghubungi Call ...
Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

Jadi Tersangka, Roy Suryo dan Tifa Jatuh Sakit, Dirawat Inap di RS Polri

20 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.