Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Di Mata Barat, Kereta Sesak Penumpang Jadi Metafora India Saat Ini

📅 Minggu, 18 Jun 2023, 13:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Mata Barat, Kereta Sesak Penumpang Jadi Metafora India Saat Ini Doc: The Conversation/Shutterstock/ShutterCo
Ket. Sebuah rangkaian kereta mengangkut para penglaju di Mumbai, India pada 2009. Meskipun telah terjadi langkah-langkah perbaikan dan modernisasi, kereta api masih jadi metafora India kontemporer.

Ritika Prasad, University of North Carolina - Charlotte

Tragedi tabrakan kereta api yang menewaskan hampir 300 orang beberapa pekan lalu kembali menarik fokus internasional terhadap pentingnya perkeretaapian bagi keseharian masyarakat India.

Memang, bagi kebanyakan orang Barat, gambaran tentang laki-laki dan perempuan berdesakan di gerbong menjadi metafora bagi India modern.

Ambil contoh pemberitaan media Jerman, Der Spiegel, tentang jumlah penduduk India yang kini telah melampaui Cina. Dipublikasikan hanya beberapa pekan sebelum kecelakaan di Provinsi Odisha tersebut terjadi, kartunnya yang kini banyak dikritik tersebut menggambarkan sebuah kereta usang India penuh dengan penumpang yang saling berdesakan, melaju melewati kereta lokomotif Cina yang hanya berisi dua orang di dalamnya.

Dari mana gambaran Barat tentang perkeretapian India - dan tentang India itu sendiri - yang bertahan begitu lama berasal?

Sebagai ilmuwan yang berkutat dengan sejarah India sekaligus penulis buku Tracks of Change: Railways and Everyday Life in Colonial India yang terbit pada 2015, saya percaya jawabannya dapat ditemukan di proyek-proyek infrastruktur besar-besaran pada abad ke-19 - dibangun pada era persimpangan antara pemerintah kolonial dan permintaan para kapitalis.

Kendaraan untuk barang, bukan orang

Kereta api adalah tulang punggung pergerakan penumpang di India dan telah menjadi andalan bagi 23 juta orang tiap harinya. Selama tahun keuangan 2018-2019, pada masa pra-pandemi, 7,7 miliar penumpang bepergian menggunakan kereta di India. Sebagai perbandingan, penumpang angkutan udara hanya 123,2 juta pada 2022, bahkan setelah kenaikan drastis pascapandemi.

Namun demikian, pada saat pertama dirancang pada 1840-an, kereta api di India ditujukan untuk mengangkut barang dan ternak, bukan penumpang.

Dalam pandangan jajaran direksi Perusahaan Hindia Timur Britania, perusahaan monopoli dagang yang pelan-pelan menganeksasi dan memasukkan sebagian besar kehidupan India ke bawah kontrol Kerajaan Inggris, kecil kemungkinan masyarakat India menjadi penumpang kereta api.

Saat itu, banyak orang tak sepakat dengan pandangan bahwa orang-orang India tak bepergian, apalagi mengingat negara tersebut memiliki sejarah perdagangan global dengan jaringan perairan yang luas.

Namun, kebijakan awal perkeretaapian kolonial didorong oleh gambaran Orientalis yang begitu luas tentang orang-orang yang tak bisa ke mana-mana karena miskin, hidup di desa-desa yang terisolasi, dan terikat oleh aturan-aturan keagamaan yang melarang bepergian.

Pandangan klise ini saling terkait dengan pemikiran kolonial bahwa perkeretaapian akan mendorong industrialisasi yang lebih besar yang pada gilirannya akan memajukan ekonomi kapitalis.

Hal tersebut juga sejalan dengan kebutuhan praktis perusahaan dagang monopoli yang membutuhkan bahan mentah untuk industri di Inggris, seperti kapas, untuk dapat dipindahkan dengan cepat dan efisien dari bagian dalam India ke kota-kota pelabuhan agar bisa dikapalkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.