Di Mata Barat, Kereta Sesak Penumpang Jadi Metafora India Saat Ini
📅 Minggu, 18 Jun 2023, 13:18 WIB | Oleh: Tim PenulisDia bukan satu-satunya yang menyarankan kesesuaian antara perjalanan kereta api yang rasional dan perilaku publik yang masuk akal. Pada tahun 1910-an, meskipun mengutuk manajemen kereta api karena melanggengkan penghinaan yang dihadapi penumpang kelas tiga, pemimpin nasionalis Mahatma Gandhi juga menyarankan mendidik penumpang kereta api sebagai sarana untuk membuat warga sipil berperilaku dengan baik.
Metafora yang berlanjut
Lebih dari satu abad kemudian, penggambaran ini terus bertahan, meski secara ironis menjadi kontras untuk memahami India kontemporer. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The New York Times pada 12 Maret 2005, penulis memuji metro New Delhi yang saat itu masih baru, dengan menekankan bahwa "tidak ada kesan kemelaratan yang kacau dari para penjaja dan pengemis yang menjadi ciri jalur kereta api utama di India, juga tidak ada penumpang yang putus asa yang menggantung di sisi kereta."
Saat perdebatan berkecamuk tentang apakah keselamatan telah dikesampingkan demi "proyek modernisasi yang berkilau" di India - dengan analisis awal menunjukkan kegagalan pensinyalan mungkin menjadi penyebab kecelakaan pada 2 Juni 2023 - perkeretaapian terus mewakili sejarah India.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di masa kejayaan Kerajaan Inggris, kereta api dianggap sebagai teknologi yang akan digunakan pemerintah kolonial untuk menyeret India masuk ke dalam modernitas kapitalis. Pada 1947, kereta api menjadi tema berulang yang menggambarkan trauma partisi yang menyertai kemerdekaan India dan Pakistan. Sebagaimana pemberitaan mengenai kecelakaan Odisha mengingatkan kita, kereta api terus menjadi metafora untuk mengevaluasi India kontemporer bagi orang-orang Barat.![]()
Ritika Prasad, Associate Professor of History, University of North Carolina - Charlotte
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!