Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Badui Dalam Akan Jalani Ritual Adat, Wisatawan Dilarang Berkunjung Selama 3 Bulan

📅 Kamis, 02 Feb 2023, 10:50 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kegiatan gotong royong itu dengan melakukan kebersihan selama 3 hari sebelumupacara Kawalu.

Kebersihan itu harus terjaga dengan baik di rumah-rumah dan lingkungan tempat tinggal.

Tokoh Badui Dalam, Ayah Mursid, mengatakan ritual upacara Kawalu wajib dilaksanakan selama 3 bulan dalam setahun dan tujuannya untuk berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberikan keberkahan dan keselamatan.

Selama masa itu, masyarakat Badui Dalam juga dilarang menggelar perkawinan dan sunatan anak yang bisa menimbulkan keramaian.

Senang

Santa (55), warga Badui Luar, mengatakan akan fokus menjalani penyucian diri dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar pertanian ladang menghasilkan panen melimpah, sehingga dapat meningkatkan kemakmuran warga.

Selama ini, masyarakat Badui belum ditemukan kerawanan pangan maupun kelaparan karena tercukupi pangan dari hasil bercocok tanam di ladang.

Santa mengaku menanam padi huma, palawija, dan sayur-sayuran, yang tumbuh subur di lahan satu hektare milik Perum Perhutani Cicuraheum Gunungkencana.

Kemungkinan memasuki panen padi huma awal Maret 2023 karena padi huma bisa dipanen setelah 6 bulan ditanam.

Setelah menjalani Kawalu selama tiga bulan, warga Badui akan merayakan acara Seba.

Merekan akanmembawa hasil Bumi, seperti ketan, beras, pisang, gula aren, sirih, sayuran, dan berbagai macam hasil bumi lainnya.

Hasil Bumi itu nantinya pada acara Seba diserahkan kepada Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Penjabat Gubernur Banten.

"Kamibersyukur masyarakat Badui selama ini selalu damai, aman, dan tidak kelaparan," kata Santa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
Pemkab Karawang Bersama Sej...

Mau Tujuh Belasan di Istana? Segera Daftarkan Diri

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Mau Tujuh Belasan di Istana...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp45.150/...

Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pusat Kota Karawang Akan Me...
Megapolitan
Di Era Kepintaran Buatan, E...
Daerah
Ada Apa Kemendagri dan KPK ...

Toronto Jadi Ajang Bersama Venus dan Eala  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Toronto Jadi Ajang Bersama ...

Pengadilan Tinggi Jakarta Mulai Sidangkan  Banding Nadiem

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pengadilan Tinggi Jakarta M...

Daerah Gencarkan Transaksi Menggunakan Sitem QRIS

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Daerah Gencarkan Transaksi ...

Manfaatkan Potongan Harga Tiket Kereta Api

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Manfaatkan Potongan Harga T...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Empat TPU di Kota Semarang Sudah Penuh
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.