Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gandum Hingga Kentang Tumbuh di Orbit, Tiongkok Sukses Bertani di Luar Angkasa

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 16:22 WIB | Oleh:
Gandum Hingga Kentang Tumbuh di Orbit, Tiongkok Sukses Bertani di Luar Angkasa Doc: Istimewa

TIANJIN - Tiongkok kini membudidayakan lebih dari 20 varietas yang mencakup 14 spesies tanaman di orbit, sebuah tonggak sejarah yang menjadi landasan bagi produksi tanaman berskala besar di stasiun luar angkasa, demikian menurut Pusat Astronaut Tiongkok (Astronaut Center of China).

Terobosan ini disoroti dalam sebuah konferensi teknik kedokteran kedirgantaraan di Tianjin, Tiongkok utara, di mana Zhang Hongzhang, seorang astronaut dari misi berawak Shenzhou-21, membagikan foto dan video "kebun luar angkasa" yang tumbuh subur di stasiun luar angkasa Tiangong milik Tiongkok. Tanaman-tanaman yang ditampilkan antara lain selada, wortel, bunga matahari, kentang, dan gandum.

Era penerbangan antariksa berawak jangka panjang Tiongkok dimulai pada Oktober 2021, saat awak Shenzhou-13, yaitu Zhai Zhigang, Wang Yaping, dan Ye Guangfu, pindah ke modul inti stasiun luar angkasa Tiongkok, Tianhe.

"Tinggal dalam jangka panjang di luar angkasa mengharuskan kami mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Bumi. Eksperimen pendukung kehidupan ekologis terkendali yang kami lakukan bertujuan membangun ekosistem di luar angkasa yang dapat meregenerasi air, udara, dan makanan di tempat (in situ) sehingga mengurangi ketergantungan pada Bumi dan pada akhirnya mencapai swasembada," kata Bian Qiang, seorang pakar di Pusat Astronaut Tiongkok.

Teknologi pendukung kehidupan ekologis terkendali memanfaatkan ekosistem buatan yang tertutup dan terkendali untuk mendaur ulang serta meregenerasi udara, air, dan makanan secara efisien yang dibutuhkan astronaut di orbit agar dapat bertahan hidup, sehingga membentuk sistem pendukung kehidupan dan kesehatan yang sesuai untuk hunian manusia dalam jangka panjang.

Menurut Bian, saat ini, dua jenis unit penanaman tanaman di stasiun luar angkasa, satu menggunakan kultur substrat dan satu lainnya aeroponik, beroperasi secara berkelanjutan.

Bersama-sama, keduanya memberikan pengalaman berharga kepada para peneliti dalam membangun sistem pendukung kehidupan dasar yang terutama mengandalkan daur ulang fisik dan kimiawi, dengan regenerasi biologis berperan sebagai pendukung.

"Unit aeroponik yang lebih efisien telah dikirim ke luar angkasa pada 2025. Sejak itu, gandum telah menyelesaikan siklus pertumbuhan penuh di orbit, dan budi daya putaran kedua menggunakan benih dari panen tersebut tumbuh dengan baik dan hampir siap dipanen," ujar Bian.

Melihat ke masa depan, Bian mengatakan Tiongkok berencana mendirikan "kebun sayur di Bulan" seiring kemajuan program eksplorasi Bulan negara itu.

Stasiun luar angkasa Tiongkok, Tiangong, yang berarti Istana Surgawi (Heavenly Palace), kini telah memasuki era hunian manusia jangka panjang.

Salah satu anggota awak Shenzhou-23 akan menjalani masa tinggal selama satu tahun di orbit, sementara misi pendaratan berawak di Bulan pada 2030 terus berjalan dengan lancar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Menang 4-1 dari Newcastle, ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.