Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perubahan Kebutuhan Perjalanan Masyarakat Dorong KAI Berubah, dari Mobilitas Harian hingga Pengalaman Wisata

3 Rabu, 23 Sep 2026, 04:43 WIB | Oleh:
Perubahan Kebutuhan Perjalanan Masyarakat Dorong KAI Berubah, dari Mobilitas Harian hingga Pengalaman Wisata Perubahan Kebutuhan Perjalanan Masyarakat Dorong KAI Berubah, dari Mobilitas Harian hingga Pengalaman Wisata Doc: Antara
Ket. 351,6 Juta Pelanggan KAI Group hingga Agustus 2026, Layanan Publik dan Digital Berkembang Mengikuti Kebutuhan Masyarakat

JAKARTA - Ada pelanggan yang berangkat dengan kereta setiap pagi untuk bekerja, mahasiswa yang bepergian menuju kampus, pedagang yang membawa hasil usahanya, hingga keluarga yang memilih kereta api untuk berlibur. Masing-masing memiliki tujuan berbeda, tetapi sama-sama membutuhkan perjalanan yang aman, nyaman, dan mudah diakses.

Memasuki usia ke-81 tahun pada 28 September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan layanan mengikuti perubahan kebutuhan perjalanan masyarakat. Dari transportasi antarkota dan kereta lokal, kini ekosistem KAI Group juga melayani perjalanan perkotaan, akses bandara, kereta cepat, hingga perjalanan wisata.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa perkembangan perkeretaapian berkaitan erat dengan perubahan aktivitas masyarakat dari masa ke masa.

“Dahulu, perjalanan kereta api banyak dimaknai sebagai sarana menuju kota lain atau pulang ke kampung halaman. Kini, kereta api menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Ada yang menggunakannya untuk bekerja, sekolah, berdagang, hingga menikmati waktu bersama keluarga. Perubahan kebutuhan inilah yang terus kami pelajari untuk mengembangkan pelayanan,” ujar Anne.

Perkembangan tersebut tercermin dalam kinerja KAI Group sepanjang Januari–Agustus 2026 yang mencapai 351.602.397 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 7,09 persen dibandingkan 328.311.868 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.

Kontribusi terbesar berasal dari KAI Commuter yang melayani 277.272.682 pelanggan, meningkat 6,32 persen dibandingkan 260.797.109 pelanggan pada Januari–Agustus 2025. Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI turut mencatat 40.379.062 pelanggan, tumbuh 8,69 persen dibandingkan 37.152.345 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mobilitas perkotaan juga terlihat melalui LRT Jabodebek yang melayani 21.809.797 pelanggan, meningkat 19,05 persen dibandingkan 18.320.610 pelanggan pada periode Januari–Agustus 2025.

Anne menjelaskan bahwa tingginya penggunaan layanan commuter dan LRT menunjukkan pentingnya transportasi massal dalam mendukung aktivitas masyarakat di kawasan perkotaan.

Salah satu contohnya terlihat pada Bogor Line yang mencatat 105.704.913 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan rata-rata sekitar 435 ribu pelanggan setiap hari. Perkembangan mobilitas tersebut turut menjadi pertimbangan KAI dalam meningkatkan kapasitas dan fasilitas pelayanan, termasuk pengembangan peron di Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian SF12.

Di luar perjalanan harian, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel juga semakin beragam. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Whoosh melayani 4.078.168 pelanggan, meningkat 0,68 persen dibandingkan 4.050.791 pelanggan pada periode yang sama tahun 2025.

KAI Bandara mencatat 4.647.947 pelanggan, meningkat 0,19 persen dibandingkan 4.639.062 pelanggan. Di Sumatra Selatan, LRT Sumsel melayani 2.965.997 pelanggan, sedangkan KA Makassar–Parepare melayani 231.764 pelanggan atau tumbuh 13,13 persen dibandingkan 204.856 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, layanan yang dikelola KAI Wisata mencatat 216.980 pelanggan, meningkat 49,09 persen dibandingkan 145.537 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2025.
KAI

“Setiap layanan memiliki karakter pelanggan yang berbeda. Perjalanan commuter membutuhkan frekuensi dan ketepatan waktu, kereta antarkota memberi pilihan perjalanan antardaerah, sementara kereta wisata menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih personal. Kami ingin pengembangan layanan KAI Group semakin sesuai dengan kebutuhan tersebut,” jelas Anne.

Perubahan kebutuhan pelanggan juga mendorong KAI menghadirkan pilihan perjalanan dengan karakter yang lebih spesifik. Salah satunya melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan yang telah melayani 182.208 pelanggan sejak mulai beroperasi pada 2026 hingga 9 September 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 181.900 pelanggan K3 Kerakyatan dan 308 pelanggan Kereta Petani dan Pedagang jarak jauh pada relasi Garut–Pasar Senen dan Pasar Senen–Garut.

Sementara itu, di wilayah Banten, Kereta Petani dan Pedagang pada lintas Merak–Rangkasbitung telah melayani 43.780 pelanggan sejak beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga 14 September 2026, dengan tarif Rp3.000 untuk sekali perjalanan. Layanan ini mendukung mobilitas masyarakat untuk bekerja, berdagang, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Perubahan cara masyarakat bepergian juga terlihat dari pemanfaatan teknologi digital. Jika dahulu pelanggan datang ke loket stasiun untuk memperoleh informasi dan membeli tiket, kini berbagai kebutuhan perjalanan dapat dikelola melalui Access by KAI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Partai Komunis Tiongkok aka...
Megapolitan
Pencatutan Nama Pejabat Jad...
Megapolitan
Bansos bagi 2.200 Warga Tan...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.