Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Industri Penerbangan Jepang Berpaling ke Jelantah Demi Netralitas Karbon

📅 Selasa, 24 Jan 2023, 20:11 WIB | Oleh:
Industri Penerbangan Jepang Berpaling ke Jelantah Demi Netralitas Karbon Doc: NHK

TOKYO - Tsuboi Yasuyuki, seorang manajer sebuah izakaya di Tokyo, mengatakan bahwa restorannya biasanya tiap bulan menggunakan beberapa drum minyak goreng ukuran 18 liter. Ia biasanya membayar jasa pembuangan untuk mengambil minyak yang sudah digunakan.

Namun, baru-baru ini ia mulai menerima permintaan dari sejumlah perusahaan yang berminat untuk mengambilnya secara gratis. Sebagian malah menawarkan untuk membayarnya.

"Kami dulu menganggapnya sebagai limbah," ujar Tsuboi. "Kini, orang-orang meminta untuk mengambilnya dari kami, dan ini sangat aneh," imbuh dia.

Alasan permintaan yang tiba-tiba itu adalah jelantah kini bisa digunakan untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau SAF.

Sekitar sepertiga dari 400.000 ton yang didapat di Jepang dalam satu tahun terakhir digunakan untuk mengisi bahan bakar pesawat dan kendaraan lainnya.

SAF adalah istilah industri penerbangan bagi bahan bakar yang didapat dari sumber nonfosil. Minyak goreng bekas pakai atau jelantah merupakan unsur utama yang digunakan bagi produksi, tetapi riset tengah dilaksanakan guna mengetahui sumber limbah lain yang bisa dimanfaatkan.

Pada Oktober lalu, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menetapkan target bagi maskapai internasional untuk memangkas emisi karbon secara nyata menjadi nol selambatnya 2050. Ini merupakan respons terhadap meningkatnya tekanan masyarakat terhadap industri penerbangan untuk mengurangi jejak karbonnya.

Para pakar dalam Grup Aksi Transportasi Udara mengatakan industri penerbangan menghasilkan 915 juta ton CO2 pada 2019. Jumlah itu sekitar dua persen dari total emisi global.

Maskapai-maskapai penerbangan terus mengambil langkah untuk mengurangi emisi dalam tahun-tahun belakangan. Perusahaan-perusahaan itu telah mulai menggunakan lebih banyak pesawat berbahan bakar efisien serta mengambil jalur penerbangan yang lebih pendek.

Namun, langkah-langkah ini tampaknya hanya mengurangi emisi sebanyak sekitar 20 hingga 30 persen dari target ICAO. Perusahaan manufaktur juga mengembangkan pesawat bertenaga hidrogen dan listrik, tetapi masih jauh dari siap untuk digunakan secara komersial.

Sebagai hasilnya, industri penerbangan makin menganggap SAF sebagai penyelamat. Perkiraan mengisyaratkan bahwa mengganti bahan bakar jet konvensional dengan SAF akan mengurangi emisi industri penerbangan secara keseluruhan sebanyak kurang lebih 80 persen.

Merambah ke Asia

Kebijakan Uni Eropa mempromosikan SAF berarti bahan bakar ini paling banyak digunakan di Eropa. Namun, sebuah kilang besar kini tengah dibangun di Singapura yang akan memiliki kapasitas produksi tahunan satu juta ton atau sekitar lima kali dari total global saat ini 200.000.

Perusahaan Finlandia, Neste, merupakan produsen SAF terbesar di dunia dan terlibat dalam proyek tersebut. Perusahaan itu memasok SAF ke maskapai penerbangan Jepang melalui perusahaan perdagangan Itochu Corporation.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Janice/Chong Singkirkan Ung...
Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Megapolitan
BMKG: Sebagian Jakarta Baka...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.