Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Terdeteksi, BRIN Rekomendasikan Riset untuk Deteksi Cepat Cacar Monyet dan Pengobatannya

📅 Selasa, 02 Agu 2022, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belum Terdeteksi, BRIN Rekomendasikan Riset untuk Deteksi Cepat Cacar Monyet dan Pengobatannya Doc: Aljazeera/Reuters
Ket. Kepala Institut Mikrobiologi Angkatan Bersenjata Jerman, Roman Woelfel, bekerja di laboratorium di Munich saat Jerman mengkonfirmasi kasus pertama cacar monyet pada 20 Mei 2022.

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Kedokteran dan Praklinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zulvikar Syambani Ulhaq merekomendasikan beberapa potensi penelitian untuk menghadapi dan mengantisipasi cacar monyet seperti pengembangan deteksi cepat dan evaluasi efektivitas pengobatan cacar monyet.

"Karena sejauh ini kasusnya belum ada, mungkin akan agak sedikit susah untuk mengembangkan penelitian-penelitian tersebut. Akan tetapi, kita perlu mempersiapkan potensi-potensi apa yang bisa kita kembangkan," kata Zulvikar dalam Webinar Talk to Scientists (TTS) bertemakan Cacar Monyet, Darurat Kesehatan Global, dan Apa yang Perlu Kita Ketahui? yang diikuti secara virtual di Jakarta, Senin (1/8).

Zulvikar mengatakan riset terkait penyakit cacar monyet penting untuk dilakukan. Potensi penelitian yang dapat dikembangkan antara lain gambaran klinis, deteksi kasus dan sekuensing.

Ranah riset lain yang dapat dikembangkan adalah pengembangan deteksi in house atau deteksi cepat, evaluasi efektivitas vaksin dan pengobatan, serta pengembangan obat pemulihan usai menderita cacar monyet.


Jika ada kasus cacar monyet ditemukan di Indonesia, maka perlu mencatat gambaran klinis yang ditemukan pada pasien-pasien tersebut, dan melakukan sekuensing PCR untuk mengetahui ada tidaknya mutasi pada virus Monkeypox penyebab cacar monyet.

Ia menuturkan pengembangan deteksi cepat cacar monyet berpotensi besar untuk dilakukan karena saat ini belum banyak alat deteksi cacar monyet yang tersedia.

Penelitian lain yang bisa dikembangkan dengan bekerja sama dengan Kementerian kesehatan adalah evaluasi efektivitas vaksin, pengobatan antivirus dan pengobatan lain terhadap cacar monyet.

Pada sejumlah orang yang sembuh dari cacar monyet, terdapat bekas luka akibat lesi yang pecah dan membentuk krusta, sehingga penelitian pengembangan obat pemulihan pasca-menderita cacar monyet berpotensi untuk dilakukan.

"Setelah pasien sembuh, kemudian terjadi bekas luka, kita bisa mengembangkan sesuatu untuk menyamarkan luka-luka tersebut, jadi itu adalah salah satu potensi yang sangat besar yang bisa kita kembangkan di penelitian," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...
Olahraga
Arsenal Kejar Hasil Sempurn...

Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Cadangkan Pemain yang  Tak ...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.