Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abaikan Ancaman Amerika, Negara Islam Ini Tetap Nekat Bangun Reaktor Riset Nuklir Terbaru

📅 Jumat, 29 Jul 2022, 11:30 WIB | Oleh:
Abaikan Ancaman Amerika, Negara Islam Ini Tetap Nekat Bangun Reaktor Riset Nuklir Terbaru Doc: Kepresidenan Iran / AFP
Ket. Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), berbicara di sebuah acara selama 'Hari Teknologi Nuklir Nasional' ke-16 di ibu kota Teheran pada 9 April 2022.

Wakil presiden dan Kepala Organisasi Energi Atom nasional Iran, Mohammad Eslami mengatakan Teheran akan membangun reaktor riset nuklir baru buatan dalam negeri di dekat kota Isfahan.

"Kami berencana untuk secara resmi memulai pembangunan reaktor riset di situs nuklir Isfahan dalam beberapa minggu mendatang," kata Eslami kepada wartawan saat berkunjung ke Fasilitas Konversi Uranium (UFC) fasilitas tersebut, pada Rabu (27/7)

Pusat Teknologi Nuklir Isfahan yang ibangun pada 1980-an itu adalah fasilitas penelitian nuklir terbesar di Iran.

Dikutip dari Russia Today, fasilitas itu dilaporkan juga menampung beberapa reaktor penelitian buatan Tiongkok, pabrik produksi bahan bakar dan infrastruktur nuklir penting lainnya.

Menurut Eslami, proyek konstruksi yang "sepenuhnya (buatan) dalam negeri" pada akhirnya disebut akan membantu Iran mendapatkan akses ke rantai produksi energi nuklir penuh, mengingat sejumlah negara yang memilikinya tidak mau bekerja sama dengan Teheran.

Pada 25 Juni, Eslami mengumumkan bahwa Iran telah mulai membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dalam negerinya yang pertama.

RT melaporkan Iran telah secara bertahap meningkatkan program nuklirnya sejak keputusan mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) pada tahun 2018.

JCPOA yang juga dikenal sebagai "kesepakatan Iran" secara signifikan mengekang ambisi nuklirnya di pertukaran untuk mendapatkan keringanan sanksi.

AS juga langsung kembali menerapkan sanksi sebelumnya dan bahkan menambahkan beberapa sanksi baru terhadap Iran. Teheran pun mulai melepaskan diri dari kesepakatan itu, termasuk meningkatkan batasan pengayaan uranium.

Meskipun Presiden AS Joe Biden telah memperjelas niatnya untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu, upaya itu belum menunjukkan hasil yang nyata. RT menyebut pada satu sisi, para pejabat Iran bersikeras Washington harus kembali ke perjanjian awal dan mencabut sanksi secara penuh, sementara AS mengklaim Iran telah mengajukan tuntutan baru selama pembicaraan.

Walaupun Iran telah lama menekankan bahwa program nuklirnya semata untuk tujuan damai, peningkatan kegiatan nuklirnya baru-baru ini telah menimbulkan beberapa kekhawatiran di Barat.

Pasalnya, pada pertengahan Juli, seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengklaim bahwa negara itu memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bom nuklir tetapi belum membuat keputusan politik untuk melakukannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Ekonomi Dinilai Sulit Tumbu...
Nasional
Perkuat Aksi Dini untuk Ant...
Nasional
Pariwisata Indonesia Butuh ...
Luar Negeri
Trump Desak Raksasa Minyak ...
Nasional
BRIN Dorong Kemandirian Ind...

Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Min Aung Hlaing akan Kunjun...
Luar Negeri
Tokyo Ingin Tingkatkan Keku...
Luar Negeri
Korsel Keluarkan Peringatan...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.