Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian Tunjukkan Wabah Hepatitis Anak Tidak Terkait Covid-19

📅 Rabu, 27 Jul 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Penelitian Tunjukkan Wabah Hepatitis Anak Tidak Terkait Covid-19 Doc: ISTIMEWA
Ket. EMMA THOMSON Pakar Penyakit Menular dari University Of Glasgow - Kehadiran virus AAV2 dikaitkan dengan hepatitis yang tidak dapat dijelaskan pada anak-anak.

WASHINGTON - Para peneliti Inggris, pada Senin (25/7), melaporkan terobosan dalam kasus hepatitis yang menyerang anak-anak. Kondisi misterius pada anak-anak itu terkait dengan koinfeksi (infeksi simultan terjadi karena patogen virus) dua virus umum, bukan virus korona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan setidaknya 1.010 kemungkinan kasus, termasuk 46 yang memerlukan transplantasi dan 22 kematian akibat penyakit sejak Oktober lalu. Teori sebelumnya berpusat pada lonjakan infeksi adenovirus yang umum ditemukan di balik kasus tersebut.

Namun dalam dua studi baru yang dilakukan secara independen dan serentak di Skotlandia dan London, para ilmuwan menemukan virus lain, AAV2 (virus terkait adeno 2) memainkan peran penting dan hadir pada 96 persen dari semua pasien yang diperiksa.

AAV2 biasanya tidak diketahui menyebabkan penyakit dan tidak dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa adanya virus "penolong" lain. Kedua tim menyimpulkan koinfeksi dengan AAV2 dan adenovirus atau kadang-kadang virus herpes HHV6, memberikan penjelasan terbaik untuk penyakit hati yang parah.

"Kehadiran virus AAV2 dikaitkan dengan hepatitis yang tidak dapat dijelaskan pada anak-anak," kata pakar penyakit menular dari University of Glasgow, Emma Thomson, pemimpin studi Skotlandia, dalam sebuah pernyataan.

Belum Pasti

Tetapi, dia memperingatkan belum pasti apakah AAV2 menyebabkan penyakit atau lebih merupakan biomarker untuk infeksi adenovirus yang mendasari yang lebih sulit dideteksi, tetapi merupakan patogen utama.

Kedua makalah telah diunggah secara daring ke server "pracetak" dan masih menunggu peer review sebelum diterbitkan di jurnal. Kedua penelitian mengamati pasien yang tertular hepatitis dan mereka yang tidak.

Peneliti menemukan bahwa AAV2 sebagian besar hadir pada mereka yang menderita penyakit, bukan mereka yang tidak.

Studi Skotlandia lebih lanjut menguji gen anak-anak yang sakit dan yang tidak, mengasah perbedaan dalam Antigen Leukosit Manusia mereka yang mungkin menjelaskan mengapa beberapa lebih rentan daripada yang lain. Kedua tim mengesampingkan infeksi SARS-CoV-2 baru-baru ini atau sebelumnya sebagai penyebab langsung

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.