Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Literasi Digital Lindungi Perempuan dan Anak

📅 Rabu, 22 Sep 2021, 07:06 WIB | Oleh:
Literasi Digital Lindungi Perempuan dan Anak Doc: Istimewa
Ket. Penguasaan Digital I Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, dalam keterangan pentingnya penguasaan literasi digital kepada awak media, di Jakarta, Selasa (21/9).

JAKARTA - Literasi digital dapat melindungi perempuan dan anak. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi jangan sampai menimbulkan permasalahan. Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, di Jakarta, Selasa (21/9).

"Perempuan yang memiliki literasi digital akan mampu melindungi diri sendiri di dalam dunia digital dan masa depan. Saat perempuan menjadi ibu, akan mampu melindungi anak-anak dari pengaruh negatif internet," ujarnya. Pernyataan tersebut merespons adanya konten pornografi yang disiarkan melalui live streaming oleh seorang selebgram perempuan, RR, di salah satu aplikasi media sosial.

Bintang mengaku prihatin dengan kasus tersebut. RR melakukannya demi memenuhi biaya hidup karena tidak memiliki kemampuan atau skill. "Maka, pendidikan menjadi modal utama untuk berada di dunia industri. Selamatkan perempuan dengan manajemen talent mumpuni," tegasnya.

Sebagai informasi, RR mengeksploitasi dirinya sendiri guna mencari penghasilan keuntungan untuk kehidupan sehari-harinya di Bali. Saat ini, kasus masih dalam proses pemeriksaan awal dan masih terus dilakukan pengembangan pemeriksaan oleh Polres Kota Denpasar terhadap RR.

Bintang mengajak semua pihak untuk bersinergi dan meningkatkan literasi digital demi menghapus kejahatan online pada perempuan dan anak. Tanpa penanganan nilai moral pada pola pengasuhan keluarga akan berimbas kepada degradasi moral anak.

"Untuk itu, sangatlah penting memproteksi anak-anak dari pengaruh negatif media sosial," tandasnya. Sementara itu, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ratna Susianawati, menjelaskan, kejahatan online berdampak sangat merugikan.

Kerugiannya bersifat jangka panjang bagi perempuan dan anak, baik sebagai sebagai korban ataupun pelaku. Dia minta kejadian ini menjadi media edukasi keluarga dan masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan pengunaan internet. Kemen PPPA juga mengimbau kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk men-take down aplikasi-aplikasi tersebut.

"Dengan penegakan aturan melalui literasi digital dari hulu sampai hilir agar perempuan dan anak terlindungi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...
Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.