BPPT Harus Berburu Inovasi dan Teknologi
📅 Sabtu, 17 Apr 2021, 10:14 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupPada tahun ini, di bidang pertahanan dan keamanan drone Elang Hitam akan terbang perdana. Kami yakin bahwa itu dapat kita hasilkan di tahun 2021 ini.
Kemudian, secara khusus juga kita ingin melakukan replikasi terhadap garam industri sehingga beberapa pilot project yang sebelumnya sudah dikembangkan oleh BPPT akan menjadi proses dari scaling up, baik dari sisi detail engineering, desain, termasuk juga beberapa kegiatan lainnya.
Saya tidak lupa bawa perhatian kita terhadap energi baru dan terbarukan termasuk pembangkit listrik tenaga panas bumi, pembangkit listrik tenaga biogas dan biomassa. Ini akan menjadi bagian dari pada delapan bidang fokus teknologi yang akan kita deliver di tahun 2021 ini.
Untuk bidang pangan, kami mengupayakan menghasilkan produk inovasi, salah satunya untuk mencegah stunting. Selain itu, upaya-upaya untuk melaksanakan smart farming di dalam aspek yang dijadikan sebagai bagian dari pada proyek strategis nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keterlibatan BPPT dalam kendaraan listrik seperti apa?
Beberapa kegiatan yang sudah kita posisikan di dalam delapan bidang teknologi ini juga termasuk upaya kita untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Secara khusus, kita ingin berperan kuat di dalam teknologi kendaraan bermotor listrik.
Dengan potensi yang luar biasa, bila kita bisa menggerakkan ekosistem inovasi di dalam KBLBB, ini tidak saja berbicara tentang fast charging station, tetapi juga baterai yang menjadi komponen utama. Bagaimana kita bisa mengedepankan hal tersebut secara khusus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejauh mana keterlibatan BPPT dalam penguasaan artificial intelligence di Indonesia?
Untuk kecerdasan artifisial, maka strategi nasional kecerdasan artifisial sesuai dengan amanatnya juga adalah menuju kepada pusat inovasi kecerdasan artifisial. Ini adalah sebuah ekosistem inovasi untuk memungkinkan kolaborasi multi-stakeholder di dalam kita mengembangkan use cases ataupun aplikasi dari kecerdasan artifisial. Kita mengupayakan rancangan peraturan presiden untuk kolaborasi inovasi Indonesia di bidang kecerdasan artifisial.
Terhadap strategi nasional kecerdasan artifisial dengan harapan bahwa kita akan memberikan masukan untuk rancangan peraturan presiden tentang kolaborasi riset dan inovasi kecerdasan artifisial. Ini akan menguatkan juga upaya-upaya kita di dalam berbagai teknologi delapan bidang fokus yang memang menjadi harapan kita untuk dihasilkan di tahun 2021 ini.
Terkait Pusat Inovasi Kecerdasan artifisial itu seperti apa?
Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA) merupakan wadah bagi semua unsur quad helix yaitu pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas dalam berkolaborasi pada riset dan inovasi kecerdasan artifisual dengan memaksimalkan seluruh sumber daya riset dan inovasi nasional. PIKA ini bersifat terbuka, partisipatif, berbasis nilai (value-based synergy), demand-driven, mandiri, serta memiliki tata kelola yang adaptif dan lincah.
Sebagai langkah awal pemanfaatan superkomputer adalah penggunaan kecerdasan artifisial di bidang kebencanaan. BPPT telah membangun sistem berbasiskan kecerdasan artifisial, yakni Peka Api dan Peka Tsunami untuk memprediksi potensi terjadinya tsunami pada saat ada gempa, serta memprediksi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan agar bisa dilakukan langkah-langkah mitigasi. Kedua sistem yang dibangun tersebut sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat untuk meminimalisir dampak bencana, maupun untuk menghindari terjadinya bencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!