Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana oleh Pemkab Sigi

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana oleh Pemkab Sigi Doc: Antara
Ket. Rumah warga di Desa Kamarora B Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, roboh dampak gempa magnitudo 6,7 mengguncang daerah tersebut, Rabu (17/6/2026).

Sigi, Sulteng - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), menetapkan status tanggap darurat bencana pascagempa magnitudo 6,7 di kabupaten itu.

"Status tanggap darurat bencana berlangsung selama 14 hari terhitung mulai 17 hingga 30 Juni 2026," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi usai rapat Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Bencana Sigi di Kamarora, Rabu.

Ia menjelaskan data sementara yang dihimpun Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat jumlah warga terdampak sebanyak 5.300 jiwa atau 1.300 Kepala Keluarga (KK), dan rumah rusak sebanyak 1.300 unit.

Sejak hari pertama gempa pada Selasa (16/6) Pemkab Sigi telah membantu proses evakuasi warga dan hari kedua pemerintah fokus melakukan penyaluran logistik makanan, air bersih, tenda, dan penanganan medis terhadap korban bencana.

"Kehadiran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lokasi bencana merupakan bukti pemerintah hadir dalam melakukan percepatan pemulihan bencana," ujarnya.

Ia menjelaskan gempa dangkal yang mengguncang Sigi setidaknya memberikan dampak kerusakan di dua kecamatan di kabupaten itu yakni Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki.

Di masa tanggap darurat Pemkab Sigi juga mengerahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibantu TNI/Polri, Tagana, dan relawan lainnya dari berbagai lembaga untuk mempercepat penanggulangan kedaruratan.

"Kami berupaya memberikan pelayanan prima kepada warga terdampak. Pemerintah daerah juga telah mendirikan posko induk, posko kesehatan maupun dapur umum untuk melayani kebutuhan masyarakat," ucap Samuel yang juga Ketua Satgas Tanggap Darurat Bencana Sigi.

Ia mengemukakan, sejauh ini warga lebih memilih membangun tenda darurat di depan rumah masing-masing, ketimbang masuk ke posko pengungsian yang sudah disiapkan pemerintah.

"Alasan warga tidak mau mengisi posko pengungsian karena mereka menjaga harta benda, sehingga lebih memilih tidur di tenda darurat," tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini tim di lapangan terus melakukan pendataan warga terdampak, dan model pendataan dilakukan sekaligus dengan asesmen terhadap rumah rusak bersama tim dari Balai Pelaksana Penyedia Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP).

"Kami berterima kasih gerak cepat relawan membantu warga terdampak, terutama dalam memberikan layanan dasar. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut hingga nanti situasi benar-benar pulih," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berkat Transformasi Dananta...
Nasional
Disnaker: Perpanjangan Kart...

Bantuan Sosial Polda Riau Banyak Meringankan Warga

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bantuan Sosial Polda Riau B...
Daerah
Bupati Malinau Ajak Warga B...

Laut Pulau Bugia Gorontalo Makan Korban Seorang Mahasiswa

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Laut Pulau Bugia Gorontalo ...

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.