BPPT Harus Berburu Inovasi dan Teknologi
📅 Sabtu, 17 Apr 2021, 10:14 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rupLebih jauh lagi cara membawa Indonesia menjadi negara maju adalah dengan penguasaan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Pasalnya, negara maju terlihat dari seberapa jauh negara tersebut menguasai teknologi kecerdasan buatan.
Indonesia sendiri masih memiliki beberapa tantangan untuk mengembangkan kecerdasan artifisial, seperti dari segi kesiapan regulasi yang mengatur etika penggunaan, kesiapan tenaga kerja, kesiapan infrastruktur dan data pendukung pemodelan, serta kesiapan industri dan sektor publik dalam mengadopsi inovasi kecerdaaan artifisial. Untuk itu, Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial yang diinisiasi BPPT ini diharapkan bisa menjadi wadah dalam mengakselerasi pemanfaatan kecerdasan artifisial di Indonesia, serta memberikan manfaatnya bagi masyarakat luas dan mendukung pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan bangsa.
Dalam situasi pandemi Covid-19, produk inovasi jadi salah satu tumpuan penanganan. Bagaimana keterlibatan BPPT?
BPPT membentuk Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk penanganan Covid-19 (TFRIC-19). Ini telah menorehkan beberapa capaian dam aksi-aksi tersebut bisa diharmonisasikan dengan baik menjadi sebuah ekosistem inovasi teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pandemi Covid-19 belum berakhir, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pun masih menunjukkan peningkatan, upaya-upaya untuk melandaikan kurva dan menangani pasien terus dilakukan. Langkah-langkah tracing, detecting, isolating, dan treating masih perlu mendapatkan perhatian serius.
Ini merupakan tantangan bagi TFRIC-19 untuk terus berkaya dengan memosisikan aksi-aksi lanjutan secara tepat dan cerdas. Perjalanannya sampai saat ini telah memberikan pengalaman yang luar biasa, akan tetapi tantangan kedepan semakin komplek.
Apa yang akan dilakukan TFRIC-19 ke depannya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Guna memperkaya gagasan dan menajamkan ide aksi-aksi TFRIC-19 ke depan, saya ingin ada tim kecil yang mencari dan menggodok rencana aksi tersebut. Seperti dengan mengajak para praktisi industri dan stakeholder lain diharapkan bisa dilakukan untuk mengawali langkah-langkah besar TFRIC-19 selanjutnya.
Ada lima aksi utama TFRIC-19 yang telah disepakati dan dilaksanakan dengan konsep sinergi dalam wadah ekosistem inovasi, yakni inovasi produk no-PCR, inovasi produk PCR tes kit, aplikasi AI untuk Covid-19, Whole Genome Sequencing dan pengembangan sarana prasaran kesehatan. Aksi TFRIC-19 ini diarahkan guna memperkuat penanganan Covid-19 melalui tracing, testing, dan treating. Secara garis besar tahapan inovasi TFRIC- 19 ini adalah untuk menghasilkan produk yang siap untuk dikomersialisasi. Mulai dari desain, prototipe, validasi, registrasi, produksi, dan distribusi
Terakhir, ada lagi yang ingin Bapak sampaikan?
Bapak Presiden mengharapkan BPPT harus berburu inovasi dan teknologi, baik yang siap diterapkan oleh industri maupun yang harus dikembangkan. Oleh karena itu, kita harus membuka diri kita bekerja sama bersinergi, berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan triple helix agar kita tidak egosentris di dalam mengembangkan inovasi ini.
Oleh karena itu, sesuai dengan arahan Presiden kita BPPT harus bisa menjadi lembaga yang extraordinary untuk membangun ekosistem inovasi ini. Ini harus bisa melaksanakan amanah yang diberikan kepada kita melalui UU Sinas Iptek.
Intinya adalah kita harus bisa bekerja sama untuk menguasai teknologi, mendayagunakan teknologi dan menjamin keberhasilan penerapannya. Kita bukan hanya sekadar membeli mesin atau pembelian teknologi, tetapi kita haruslah menguasai teknologi kunci untuk semua kegiatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!