Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengolah Sampah Daun Kering Menjadi Pupuk Kompos

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengolah Sampah Daun Kering Menjadi Pupuk Kompos Doc: Antara
Ket. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat menunjukkan 101 kantong pupuk kompos hasil pengolahan daun kering melalui sistem pemesanan (pre-order), Rabu (17/6/2026).

Jakarta - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat menjual 101 kantong pupuk kompos hasil pengolahan dari daun kering dengan sistem pemesanan (preorder).

Adapun daun-daun kering dikumpulkan dari lingkungan sekitar, lalu dicacah dan dicampur larutan EM4 dan air.

"Setelah dicampur, bahan kompos dimasukkan ke dalam tong penyimpanan dan difermentasi selama kurang lebih dua bulan hingga siap dipasarkan kepada warga yang tertarik memakai pupuk organik ramah lingkungan," kata Lurah Jelambar, Pradista Machdala Putra, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Pradista mengatakan setiap bungkus pupuk kompos dibandrol dengan harga Rp5.000.

"Jadi selain mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi para petugas," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang anggota PPSU Kelurahan Jelambar, Syifa, menjelaskan pemanfaatan daun kering menjadi kompos merupakan langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Pengolahan kompos dari daun kering tidak hanya kurangi pencemaran akibat pembakaran sampah, tetapi juga ada nilai ekonomi. Kompos bisa dipakai sendiri atau dijual kepada masyarakat yang butuh pupuk organik. Lumayan juga untuk tambahan penghasilan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Barat membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pilah Sampah mulai tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.

"Sebagai bagian dari program itu, setiap kelurahan ditargetkan punya minimal satu RW percontohan dalam penerapan Gerakan Pilah Sampah sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 102 Tahun 2021," kata Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/6).

Iin mengatakan volume sampah di Jakarta Barat saat ini mencapai sekitar 2.200 ton per hari.

Menurutnya, sebagian besar timbunan sampah berupa sampah organik dan anorganik yang seharusnya dapat dikelola sejak dari sumbernya.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan slogan. Penanganan sampah harus dilakukan secara nyata dan melibatkan seluruh pihak agar persoalan sampah dapat diselesaikan bersama,” kata Iin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.