BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite
📅 Rabu, 17 Jun 2026, 08:45 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TANGERANG - Hidup semakin berat. Harga-harga tambah mahal, termasuk BBM. Maka, sejumlah warga pengguna kendaraan bermotor di Kabupaten Tangerang, Banten, mulai mempertimbangkan peralihan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) ke pertalite sebagai antisipasi pengeluaran berlebih dampak dari kenaikan harga pertamax.
Selain itu, di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax 92 ini, juga berdampak pada pengeluaran rumah tangga, sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk memulai peralihan konsumsi bahan bakar tersebut.
"Kalau sudah tahu naik begini mau tidak mau pindah dulu ke pertalite, sampai harganya normal lagi," kata Deden Suhendi (50), saat ditemui di SPBU Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa.
Ia mengaku, atas kenaikan harga yang cukup signifikan pada jenis bahan bakar minyak pertamax yang mencapai Rp4.000 per liter ini menambah beban pembiayaan operasional rumah tangganya.
Dia setiap hari menggunakan kendaraan pribadi untuk bepergian dan bekerja dari wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menuju Kota Tangerang, sehingga harus menambah biaya harian yang lebih tinggi lagi.
"Agak kaget sih liat kenaikannya, tadi isi Rp40.000 yang biasanya sudah full, sekarang cuma keisi setengahnya saja," ujar dia.
Seorang pengendara asal Cikupa, Numahadi (29) mengatakan, dengan terjadinya kenaikan harga BBM ini juga menjadi bahan pertimbangan untuk peralihan konsumsi dari sebelumnya non-subsidi menjadi ke subsidi.
Menurutnya, langkah peralihan ini menjadi bukti bila dampak kenaikan bahan bakar yang dilakukan oleh Pertamina sangat memberatkan masyarakat.
Sehingga, ujar dia lagi, pemerintah bisa mengkaji lebih dalam sebelum mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut.
"Harapannya pemerintah bisa menstabilkan lagi harganya, karena mau bagaimana pun ini sangat memberatkan. Apalagi bahan pokok pada naik, ditambah harga BBM naik juga," kata dia pula.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.
Harga bahan bakar non-subsidi pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Perusahaan memastikan keamanan pasokan BBM di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina di seluruh Indonesia.
Perusahaan menyampaikan bahwa harga produk bahan bakar Pertamina selain pertamax dan Pertamax Green tidak naik.
Harga produk bahan bakar non-subsidi Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.
Sedangkan bahan bakar minyak bersubsidi jenis pertalite tetap dipasarkan dengan harga Rp10 ribu per liter dan biosolar harganya masih Rp6.800 per liter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!