Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengembangan KBLBB Terus Dipacu

📅 Rabu, 01 Sep 2021, 10:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengembangan KBLBB Terus Dipacu Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Tujuannya agar era kendaraan listrik segera terwujud dan untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM).

Selain instansi pemerintah, berbagai badan usaha juga telah menunjukkan keseriusannya dalam mendukung program percepatan KBLBB melalui produksi kendaraan listrik, baterai, hingga infrastruktur pengisian melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ida Nuryatin Finahari menyampaikan teknologi KBLBB dan SPKLU masih terus berkembang, termasuk pengembangan baterai, sistem charging, dan juga pengelolaannya yang sebagian besar secara daring (online). Diharapkan kerja sama dan koordinasi semua pihak dapat mengatasi tantangan bersama dalam mendukung percepatan program KBLBB sebagaimana telah diamatkan dalam Perpres 55 tahun 2019.

"Kami berharap PLN dan BPPT dapat bersinergi dalam pengembangan teknologi SPKLU dan pengembangan aplikasi mobile sehingga semakin mempermudah masyarakat pelanggan dalam melalukan pengisian daya kendaraan listriknya," ujar Ida dalam acara terkait kendaraan listrik di Jakarta, Selasa (31/8).

Adapun acara ini terkait kerja sama untuk melakukan riset pengembangan bersama antara aplikasi Charge.in milik PT PLN (Persero) dengan aplikasi Sistem Operasi Pengisian Kendaraan Listrik (Sonik) milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Program KBLBB adalah untuk meningkatkan Ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM.

Pemerintah Indonesia dalam Grand Strategi Energi Nasional menargetkan dibangun sebanyak 572 unit SPKLU pada Tahun 2021 hingga 31.859 unit SPKLU pada Tahun 2030. Target SPKLU ini ditujukan untuk dapat mengakomodir potensi KBLBB R4 yang diperkirakan sekitar 2.2 juta unit pada tahun 2030.

Jumlah Bertambah

Hingga saat ini, per Agustus 2021 di Indonesia telah terdapat KBLBB sebanyak 1.478 untuk Roda 4, 188 untuk Roda 3 dan 7.526 unit untuk Roda 2. Semakin bertambahnya jumlah KBLBB di Indonesia merupakan tantangan sekaligus peluang usaha, khususnya untuk PT PLN (Persero) dalam menyediakan infrastruktur SPKLU dan SPBKLU.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifni Zaini mengatakan penandatanganan perjanjian ini merupakan pengembangan riset pertama mengenai aplikasi pendukung KBLBB. "Kami berharap kerjasama ini menjadi langkah awal prinsip sinergi dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," ujar Zulkifli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Pekerja Singapura Dinobatka...
Luar Negeri
Swiss Tak Lagi Netral dan P...
Luar Negeri
Ekuador Makin Kacau, Status...
Luar Negeri
Filipina Gelontorkan 362 Ju...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.