Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
-

Utamakan ASI Eksklusif

📅 Sabtu, 03 Agu 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Membangun generasi bangsa berkualitas sulit bila tanpa memberi perhatian lebih pada aspek tumbuh kembang anak. Dalam konteks inilah, pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan menjadi sangat vital. Berbagai hasil riset ilmiah menunjukkan, ASI memiliki kandungan gizi dan nutrisi penting bagi bayi dan tidak bisa digantikan apa pun.

ASI yang keluar pertama kali mengandung colostrums yang penting untuk membentuk sistem imunitas bayi, sehingga tidak mudah terserang infeksi atau penyakit. Tidak hanya itu, secara psikologis, pemberian ASI eksklusif dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun juga memperkuat ikatan emosional (bonding) anak dan ibu.

Riset menunjukkan, bayi yang mendapat ASI hingga dua tahun tumbuh lebih stabil secara emosional dan memiliki kecerdasan lebih tinggi dibanding bayi tidak mendapat ASI. Maka, pemerintah dan masyarakat perlu bersinergi meningkatkan persentase pemberian ASI eksklusif. Diperlukan sosialisasi dan edukasi terusmenerus pentingnya ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Rumah sakit, Puskemas, klinik bersalin, dokter, dan bidan yang bersentuhan langsung dengan persalinan harus aktif mendorong ibu memberi ASI eksklusif. Mitos-mitos yang tidak benar seputar ASI dan susu formula harus dibongkar. Masyarakat harus dicerahkan bahwa ASI adalah asupan terbaik dan tidak tergantikan untuk bayi usia 0-6 bulan.

Selain itu, pemerintah harus mengoptimalkan implementasi regulasi terkait ibu menyusui dengan sanksi tegas pada instansi atau perusahaan yang tidak memberi kesempatan dan fasilitas memadai pada ibu menyusui. Konkretnya, pemerintah perlu mengintensifkan program pemberian ASI eksklusif dengan menambah jumlah konselor laktasi di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam catatan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, jumlah konselor laktasi baru 2.000. Padahal, di seluruh Indonesia terdapat tidak kurang 1.300 rumah sakit dan 9.000 Puskesmas.

Jumlah itu belum termasuk klinik bersalin yang dikelola swasta. Idealnya, setiap rumah sakit, Puskesmas, dan klinik bersalin terdapat satu konselor laktasi. Fungsi dan peran konselor laktasi membantu penyuluhan teknis seputar aktivitas menyusui untuk mewujudkan gerakan pemberian ASI eksklusif.

Dengan gerakan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan, kita optimistis masa depan Indonesia akan memiliki generasi berkualitas. Mereka sehat fisik dan psikis. Mereka cerdas dan berdaya saing. Gerakan ini penting untuk menyongsong bonus demografi tahun 2030.

Sivana Khamdi Syukria, Staf Program Keluarga Harapan Kemensos

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.