Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IMF Ungkap Tokenisasi Berpotensi Percepat Pasar Negara Berkembang

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 19:30 WIB | Oleh:
IMF Ungkap Tokenisasi Berpotensi Percepat Pasar Negara Berkembang Doc: X - Dan Katz
Ket. Wakil Direktur Pelaksana Pertama Dana Moneter Internasional, Dan Katz

CAPE TOWN — Dana Moneter Internasional (IMF) menilai tokenisasi dapat membantu mempercepat perkembangan pasar di negara-negara berkembang. Teknologi ini juga dapat memperluas akses masyarakat terhadap sistem keuangan, dilansir dari Ria Novosti, Sabtu (8/8).

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Direktur Pelaksana Pertama IMF, Dan Katz, dalam pidatonya di Universitas Cape Town. Menurut Katz, tokenisasi dapat membantu negara berkembang mengurangi ketergantungan terhadap sistem keuangan yang sudah usang.

Teknologi tersebut berpotensi membantu negara-negara berkembang melakukan lompatan dalam pengembangan pasar. Selain itu, tokenisasi dapat mempercepat modernisasi infrastruktur keuangan.

Tokenisasi memungkinkan aset riil maupun aset keuangan direpresentasikan dalam bentuk digital. Proses tersebut menggunakan teknologi blockchain atau buku besar terdistribusi untuk menciptakan token digital yang merepresentasikan hak atas suatu aset.

Katz mengatakan tokenisasi dapat memperluas akses terhadap berbagai jenis aset dan instrumen keuangan. Dengan akses yang lebih luas, teknologi tersebut berpotensi membuat pasar keuangan menjadi lebih efisien dan inklusif di sejumlah negara berkembang.

Selain tokenisasi, IMF menyoroti potensi stablecoin dalam meningkatkan persaingan di sektor pembayaran digital ritel. Persaingan yang lebih tinggi dinilai dapat memberikan manfaat bagi konsumen, terutama dengan meningkatkan efisiensi transaksi.

Katz mengatakan penggunaan stablecoin juga dapat memberikan manfaat dalam transaksi lintas batas. Salah satu dampaknya adalah potensi penurunan biaya pengiriman uang internasional.

Namun, Katz mengingatkan bahwa teknologi tersebut tetap memiliki sejumlah tantangan. Meskipun transaksi melalui jaringan dapat menjadi lebih murah, perbedaan nilai tukar dapat menciptakan biaya tambahan bagi pengguna.

Oleh karena itu, manfaat tokenisasi dan pembayaran digital perlu diimbangi dengan pengelolaan berbagai risiko. Faktor biaya transaksi dan perubahan nilai tukar juga perlu diperhatikan dalam penerapan teknologi tersebut.

Secara umum, tokenisasi merupakan proses mengubah hak atas aset menjadi representasi digital. Representasi tersebut dapat diperdagangkan melalui jaringan blockchain.

IMF menilai teknologi ini berpotensi membantu negara berkembang memperluas akses pasar dan mempercepat modernisasi sistem keuangan. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pengelolaan risiko yang tepat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...

BNPB Maksimalkan OMC di Kalbar

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BNPB Maksimalkan OMC di Kalbar
Luar Negeri
Pengadilan Filipina Perinta...
Nasional
Wamenkes: Gangguan Tidur Ta...
Daerah
Harga Beras Bikin Resah, Bu...
Advertisement
Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

Kemenhub : Penyesuaian Fuel Surcharge Bukan Kenaikan Tarif Dasar Tiket Pesawat

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.