Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Survei IPO: Teddy Indra Wijaya Tempati Posisi Kedua dengan 33,5 Persen.

📅 Sabtu, 08 Agu 2026, 19:28 WIB | Oleh:
Survei IPO: Teddy Indra Wijaya Tempati Posisi Kedua dengan 33,5 Persen. Doc: Antara Foto
Ket. Arsip - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan keterangan resmi usai meninjau kesiapan gedung rintisan pada program Sekolah Rakyat di Kawasan Sekolah Penerbangan Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (8/8).

Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya menempati posisi kedua dalam penilaian positif publik terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO) sebesar 33,5 persen.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan penilaian publik terhadap kinerja pejabat kabinet berkaitan dengan tingkat popularitas masing-masing figur.

"Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas. Menteri Purbaya menempati posisi teratas, kemudian Seskab Teddy Indra Wijaya pada posisi kedua. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketiga," kata Dedi.

Dalam survei yang dilakukan di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi pertama dengan penilaian positif 42,8 persen.

Teddy berada di posisi kedua dengan penilaian positif 33,5 persen, disusul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebesar 32,0 persen.

Selanjutnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperoleh penilaian positif 30,9 persen, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan 26,5 persen, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono 25,3 persen.

Dari sisi popularitas, Teddy juga berada di jajaran teratas. Sebanyak 41 persen responden menyatakan mengenal atau mengetahui nama Sekretaris Kabinet tersebut, di bawah Purbaya yang mencapai 43,5 persen.

Popularitas Bahlil tercatat 32,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 30,4 persen, dan Zulkifli Hasan 26,1 persen.

IPO juga mengukur persepsi publik terhadap pejabat kabinet yang dinilai memiliki kinerja kurang baik. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai berada di posisi pertama dengan 51,8 persen.

Posisi berikutnya ditempati Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dengan 48,5 persen dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan 4,5 persen.

"Yang pertama adalah Menteri HAM Natalius Pigai 51,8 persen, Menteri PU Dody Hanggodo 48,5 persen, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni 4,5 persen," ujar Dedi.

Dedi mengatakan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.

"Jadi, memang kondisi masyarakat saya kira selalu dinamis dalam memberikan penilaian," katanya.

Survei IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS), dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat akurasi 95 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.